Pagi ini sebuah berita duka datang, dari bagian terdekat dalam hidup, sebuah keluarga baru di luar Sumatera, di perantauan ini.
Pagi-pagi saya dibangunkan oleh teman sekosan.
A: "Ay, udah tau belom. Marvel meninggal."
Saya: (seperempat sadar) "Hah? Kenapa? Siapa?"
A: "Marvel, Ay"
Saya: (lemes) (ga percaya) (semoga masih mimpi) (ternyata nggak) "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un"
Marvelia Vatarsony Munthe, seorang teman seperjuangan di Akuntansi 2009. Walopun ga terlalu deket karena sering beda kelas, tapi dia adalah sosok yang sungguh sangat-sangat luar biasa. Pernah ga ketemu orang yang ngga pernah marah, ngga pernah bentak2, ngga pernah ngeluarin high tone ke orang lain? Itulah Marvel.
Ga pernah marah2, terlalu baik.
Mottonya: "Jangan lelah jadi orang baik...".
Beberapa waktu belakangan memang kondisi kesehatannya sangat tidak baik. Terlihat lebih rapuh dibandingkan semester genap kemaren. Lebih sering sakit-sakitan juga. Tapi luar biasanya beliau, masih kuat dan semangat untuk menyelesaikan perkuliahan dengan kondisi se rapuh itu. Masih berhasil sampe ke meja hijau S1, berhasil lulus dengan predikat baik, menjadi lulusan terbaik yang UB pernah miliki.
Dear Bu Marbel,
Selamat jalan, selamat beristirahat dengan tenang.
Kamu terlalu baik selama ini, kamu terlalu sabar selama ini.
Tuhan sangat sayang kamu, Tuhan tidak ingin kamu sakit terus.
Aku nggak tau apakah doaku akan sampai kepadamu, tapi terima kasih untuk semua ajarannya, semua kebaikan hati, senyuman indah, kesabaran yang selama ini selalu diberikan.
We will really really miss you here, we love you :*