Satu setengah jam (kurang sedikit) menuju bulan kesebelas dalam tanggalan Masehi. Melihat apa yang akan dihadapi selama bulan itu, rasanya tidak ingin beranjak dari bulan Oktober ini. Sama sekali.
What's wrong?
Hmm, actually, nothing's wrong. Just not yet ready to face all things.
Indeed, I have to face it, ready or not.
HWAITING!
31.10.11
Nikmatnya Berpuasa
Ini cerita tentang aku yang ingin berpuasa. Simple! Karena banyak punya utang di bulan Puasa kemaren, dan sebagai muslimah yang baik sudah barang tentu harus membayarnya, maka dari itu aku putuskan hari ini untuk berpuasa.
Sebagai anak kosan, ketika akan berhadapan dengan sahur pastinya akan panik. Yah, sedikit banyak kepikiran: "mau makan apa nih buat sahur ntar". Pikiran itu pun melanda aku yang masih bingung memutuskan mau beli makanan apa untuk sahur nanti. Scara, ngga punya magic com buat masak nasi, dan (masih) belom bisa masak. My bad sih, harusnya udah segede ini sudah bisa lebih mandiri, tapi yasudah. Butuh proses bukan? #ngeles
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 03.13. Saatnya memasak sesuatu untuk sahur. Lirik box makanan, yang tersedia hanya spaghetti instan. Alhamdulillah, walaupun ngga full perutnya dan gagal menyeduh teh (gara-gara ga ada gula), sahur kali ini berjalan lancar.
Emang yah, kalo puasa itu bawaannya pengen selalu mengontrol diri, mengontrol emosi. Pas nyampe kampus, langsung bawaannya mau senyum terus dan menyapa semua orang dengan tampang ceria (walaupun baru tidur 2 jam). Kalo puasa, bawaannya pengen ibadah. Entah kenapa ditengah kepenatan mendengarkan dosen ngomong di depan kelas, aku pengen banget rasanya solat Dhuha. *maaf ya ALLAH, udah lamaaaaa banget ga solat Dhuha :'(
Nggak salah ALLAH menyuruh kita untuk berpuasa, supaya kita bisa semakin inget pada-NYA dan bisa selalu mengontrol diri, sikap, dan makanan. Puasa akan terasa sangat nikmat kalo niatnya benar-benar tulus dari dalam hati, jadi ga ada rasa terpaksa menjalaninya. Sepanjang hari akan merasa indah.
Alhamdulillah :)
Sebagai anak kosan, ketika akan berhadapan dengan sahur pastinya akan panik. Yah, sedikit banyak kepikiran: "mau makan apa nih buat sahur ntar". Pikiran itu pun melanda aku yang masih bingung memutuskan mau beli makanan apa untuk sahur nanti. Scara, ngga punya magic com buat masak nasi, dan (masih) belom bisa masak. My bad sih, harusnya udah segede ini sudah bisa lebih mandiri, tapi yasudah. Butuh proses bukan? #ngeles
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 03.13. Saatnya memasak sesuatu untuk sahur. Lirik box makanan, yang tersedia hanya spaghetti instan. Alhamdulillah, walaupun ngga full perutnya dan gagal menyeduh teh (gara-gara ga ada gula), sahur kali ini berjalan lancar.
Emang yah, kalo puasa itu bawaannya pengen selalu mengontrol diri, mengontrol emosi. Pas nyampe kampus, langsung bawaannya mau senyum terus dan menyapa semua orang dengan tampang ceria (walaupun baru tidur 2 jam). Kalo puasa, bawaannya pengen ibadah. Entah kenapa ditengah kepenatan mendengarkan dosen ngomong di depan kelas, aku pengen banget rasanya solat Dhuha. *maaf ya ALLAH, udah lamaaaaa banget ga solat Dhuha :'(
Nggak salah ALLAH menyuruh kita untuk berpuasa, supaya kita bisa semakin inget pada-NYA dan bisa selalu mengontrol diri, sikap, dan makanan. Puasa akan terasa sangat nikmat kalo niatnya benar-benar tulus dari dalam hati, jadi ga ada rasa terpaksa menjalaninya. Sepanjang hari akan merasa indah.
Alhamdulillah :)
I Believe
When you start to smile, something BIG happened. It is called: HAPPINESS :)
pic from: http://wulanwahyuning.blogspot.com/2011/02/kebahagiaan-happiness.html
30.10.11
Kecewa. Boleh kan?
"Ketika berbuat baik, jangan mengharapkan imbalan apapun"Yak, kata-kata itu harusnya tertanam dengan baik dalam otakku. Tak bisa dipungkiri, siapapun pernah merasakan hal ini: ketika sudah merasa menjadi "suatu bagian penting" dalam diri seseorang / sebuah perkumpulan, dan mau membantu apapun bentuknya saat dia (mereka) kesusahan, sudah berusaha memberikan yang terbaik, tapi ketika kesusahan dia (mereka) malah tidak ada, atau disaat kita sedang berbahagia, dia (mereka) tidak melakukan hal yang sama seperti dia (mereka) memperlakukan orang-orang yang dia (mereka) "sayangi" lainnya.
Aku bukan malaikat, bukan pula manusia super yang bisa 100% pure memegang teguh kata-kata di atas. Ga munafik, ketika kita udah membantu atau apapunlah itu namanya, aku pun ingin diperlakukan sama seperti kita memperlakukan orang tersebut. Dan saat hal itu tidak terpenuhi, timbullah rasa kecewa. Nah, satu pertanyaanku: Kecewa. Boleh kan?
Aku pun sering melakukan kesalahan-kesalahan, namanya juga manusia. Khilaf memang sifatnya manusia, karena yang sempurna hanyalah Allah. Tapi...
Yasudahlah, di dalam sana aku hanya sebuah pelengkap. Yang lainnya lebih penting. Setidaknya aku masih dianggap. Danke~ :)
Finally
AKHIRNYAAAA...
Akhirnya blog ini bisa juga dibuka, setelah hampir 2 bulan lupa password dan pakai email yang mana (salah satu akibat dari kebanyakan akun email. Waspadalah!). Alhamdulillah yah, sesuatu banget.. Maka dari itu sebagai selebrasi dari bisanya-blog-ini-dibuka, maka tadi malam dengan sepenuh jiwa raga dan semangat Sumpah Pemuda yang membara, aku memberanikan diri untuk mengotak-atik susunan gadget-gadget di blog ini. Ganti sana-sini, sambil nge-blog-walking+stalking blognya temen-temen yang lain. Dari situlah akhirnya aku baru tahu kalo template blog itu ada super banyak dan bisa dimodif sesuka hati. (padahal udah ngeblog bertahun-tahun, tapi baru tau ada begituan sekarang).
Dan lagi, semalem akhirnya aku memutuskan untuk mengganti beberapa bahasa di blog ini dengan memakai bahasa Jerman. Motivasinya ya karena suka aja sama Jerman dan pengen belajar bahasa Jerman dan semoga bisa ntar ngomong pake bahasa Jerman dan suatu saat nanti ke Jerman. Aamiin..
Oke, kembali ke topik awal...
So, bagaimana tampilan blogku yang baru?
Hope you guys enjoy reading. And see you in the next post~ :)
Auf wideresehen~
Akhirnya blog ini bisa juga dibuka, setelah hampir 2 bulan lupa password dan pakai email yang mana (salah satu akibat dari kebanyakan akun email. Waspadalah!). Alhamdulillah yah, sesuatu banget.. Maka dari itu sebagai selebrasi dari bisanya-blog-ini-dibuka, maka tadi malam dengan sepenuh jiwa raga dan semangat Sumpah Pemuda yang membara, aku memberanikan diri untuk mengotak-atik susunan gadget-gadget di blog ini. Ganti sana-sini, sambil nge-blog-walking+
Dan lagi, semalem akhirnya aku memutuskan untuk mengganti beberapa bahasa di blog ini dengan memakai bahasa Jerman. Motivasinya ya karena suka aja sama Jerman dan pengen belajar bahasa Jerman dan semoga bisa ntar ngomong pake bahasa Jerman dan suatu saat nanti ke Jerman. Aamiin..
Oke, kembali ke topik awal...
So, bagaimana tampilan blogku yang baru?
Hope you guys enjoy reading. And see you in the next post~ :)
Auf wideresehen~
Subscribe to:
Posts (Atom)
