Ditengah amukan tugas-tugas yang masyaALLAH luar biasa ganasnya, nonton film di bioskop jadi suatu hiburan tersendiri. Begimana nggak? MOAL, tugas-tugas kelompok, tugas organisasi semuanya nya numpuk jadi satu dan kalo ngga ada penangkalnya, bisa-bisa ubun-ubun udah bisa jadi tempat rebusan telor. (lumayan, hemat gas) -.-a
Nah, ada banyaaaak banget film baru yang sepertinya udah pada bikin antrian panjang buat aku tontonin. Lama ngga nonton film, salah seorang temenku di twitter sempet ngetwit "pengen nonton Hugo". Oke. Bikin kepo (alias penasaran). Akhirnya kesampaian nonton Hugo, and what was happened? Ngantuk berat. Ternyata aku ngga cocok nonton film begituan, plain, ngga ada hal yang menantang. *perang-perangan kek, ato semacamnya. Walaupun film itu ratingnya lumayan bagus di IMDb (sekitar 7,9), ngga merubah pendapatku kalo filmnya "nggak worth-it", terlebih nontonnya dalam versi 3D dan jatohnya bayar 2x lipat dari hari biasa #justmyOpinion yaa :D
Next couple days, ada film baru lagi judulnya John Carter. Nah ini ceritanya menarik nih, ada pasukan, ada alien, ada bumi, ada mars, ada cowok ganteng, ada cewek cantik. Dan yang pastinya, ada perang-perangan. Nah ini nih yang seru. Nonton laaah dan ternyata emang seru. Walaupun filmnya agak mikir, tapi seru. Di IMDb sendiri ratingnya cuma 7,0 dan bahkan ngga melebihi Hugo. Tapi aku merasa lebih seru aja nonton John Carter, dan efek sampingnya, pengen tinggal di Barsoom =)
Nah, next film nih, baru aja aku tonton minggu kemaren. Ini film awalnya dibilang abang "kayanya film yang ini seru nih" pas habis nonton film John Carter. Nah dari situ lah aku tergerak dan penasaran buat nonton, seberapa seru sih filmnya. Well,, pertama dan utama sekali aku bener-bener memuji kecakepan si Katniss yang merupakan pemeran utama. Itu asli, cakepnya poll! (walopun cewek, tapi tetep sportif memuji sesama cewek lho!). Kalo kata banyak orang, Katniss cocoknya sama Peeta tapi menurutku Katniss cocoknya sama Gale. Haha.
Hal mutlak yang aku salut dari seorang Katniss adalah she's smart, polos, dan bisa survive di alam terbuka. Seandainyaaa bisa ikutan naik gunung #eh #kokcurhat. Rating IMDb sendiri buat film ini lumayan bagus, yakni 8,0 aja. But, keren banget lah. Cool! Saking seru filmnya, aku sampe bikin ini:
DAAAAAAAAAN..
Baru saja malem ini aku nonton film buatan sutradara luar, cast asli Indonesia. THE RAID...
Wawawawaa,, berhasil mengantongi rating 8,4 dari IMDb, filmnya super worth-it ditonton buat semua yang merasa agak psycho, toleran dengan hal-hal mengejutkan, tidak lemah fisik apalagi lemah jantung. Ini film emang kalo ngga diperhatiin jeli, banyak yang ngga bisa nangkep inti ceritanya. Karena sepanjaaaang perjalanan ceritanya, isinya adalah berantem, tembak-tembakan, silat-silat-an, main golok, main kapal, main palu, bahkan main #neon (itu bagian paling sadis+favorit+gokil). Pokoknya siapa yang "kuat", wajib nonton The Raid =)
Iko Uwais-nya super duper memesona saya. Oiya, ada satu part dalam film ini yang super seru dan menegangkan dan mampu membuat penonton bertepuk tangan berdecak kagum. Ternyata silat Indonesia itu keren. Dan silat Indonesia ngga bisa dibandingkan dengan KungFu China atau manapun. Film ini kelihatan Indonesianya. (pokoknya beda aja sama film Hollywood)...
Percayalah kalo Iko Uwais ganteng dan film ini worth-it...
Thanks The Raid, thanks kaka-kaka yang tadi ikutan nonton, thanks semua anak Bakrie yang tadi bejibun banget di XXI, dan thanks XXI Epi =)
Semoga MOAL bisa menyenangkan semenyenangkannya aku nonton film-film di bioskopmu... #prayforMOAL
Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts
20.3.12
Mata Kuliah Ajaib bernama MOAL
Cuma di kampusku, Universitas Bakrie, mahasiswa akuntansi dikasi sebuah mata kuliah ajaib yang namanya ....
MINI OFFICE ACCOUNTING LAB
Menurut ceritanya sih, mata kuliah ini di suggest oleh seorang dosen yang dulunya merupakan Kaprodi (Kepala Program Studi) Akuntansi kampusku, sebut saja Pak R. Ibaratnya sebuah adonan, mata kuliah ini adalah gabungan dari semua mata kuliah yang dulunya pernah kita pelajari selama 5 semester (termasuk pelajaran semester 6 nya sendiri) yang kemudian dituangkan dalam 4 SKS seminggu.
Kelebihannya lagi, 4 SKS matakuliah ini secara ajaib dapat berubah menjadi lebih dari 24 SKS seminggunya. Loh kenapa? Nanti akan dijelaskan kemudian.
Kelebihannya lagi, mata kuliah ini sama sekali ngga ada buku pegangan apa-apa. Bertemankan mbah Google, tanya sana tanya sini, ide ini itu, jadilah kita mengarungi mata kuliah ini.
Kelebihannya lagi lagi, mata kuliah ini memang hanya ada di semester 6 saja, tapi nantinya akan berdampak di semester-semester depan kehidupan kita (gitu sih kata senior-senior yang telah berhasil menerjang badai nya).
Sebenernya apaan sih MOAL MOAL? Mau muntah?
Oh bukan!
Mini Office Accounting Lab adalah sebuah mata kuliah dimana kita diminta untuk membuat perusahaan dengan ketentuan tertentu (misalnya, nanti di Tahun ke-3 mulai ekspor, tahun ke-5 mulai Go Public, omzet perusahaan harus Rp1,000,000,000,000 (alias 1 T)). Karena membuat perusahaan fiktif, mahasiswa dibagi kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari 6-8 orang. Nantinya mereka akan menjalankan fungsi-fungsi tertentu dalam perusahaan. Ada yang jadi CEO, CFO, CMO, COO, dll.
Setiap minggunya, setiap kelompok akan mempresentasikan perkembangan perusahaannya. Diawali dengan pembuatan struktur perusahaan, jobdesk, SOP, budget, dll.
Bagaikan Bandung Bonowoso yang disuruh membuat candi dalam semalam, segalanya tentang perusahaan itu harus sudah dibuat dan ada dalam waktu SEMINGGU. IMPOSSIBLE! Ups! Impossible is nothing!Buktinya, banyak kelompok yang dalam seminggu telah menyelesaikan segala macam draft ini itunya.
Presentasi dimulai dan sang dosen mulai kritik dan memberi saran sana sini, suruh bikin ini itu untuk melengkapi data yang sudah ada. Itu berarti, minggu selanjutnya dengan 100 SKS berikutnya akan kembali berjalan. Yah, begitulah seterusnya hingga akhir semester ini.
Nggak tidur, pusing, stress, emosi, berantem, nangis, sakit, mulai dirasakan mahasiswa-mahasiswa. Kenapa karenanya? Karena mereka harus mengejar membuat segala yang disarankan bapaknya dan harus selesai seminggu kemudiannya. Tak sedikit mahasiswa yang merelakan dirinya nginap di kampus, digigitin nyamuk-nyamuk ganas SL depan. Demi apa? Sesungguhnya hanya demi MOAL.
Sungguh luar biasa memang mata kuliah ini.
Seluruh materi yang dipelajari dari semester 1 kepake semuanya.
Seluruh daya upaya usaha mahasiswa semuanya kepake disini.
Seluruh ide kreatif, tangisan, emosi, stress menumpuk disini.
Cuma MOAL yang bisa bikin mata kuliah lain jadi prioritas nomor sekiaaaaaaaan.
Cuma MOAL yang bisa bikin yang temenan jadi musuhan dan musuhan jadi temenan.
Cuma MOAL yang bisa bikin mahasiswa akuntansi mengerti segala aspek perusahaan.
Cuma MOAL yang bisa begini..
Buat semua yang mengerjakan MOAL, semangat!
Ini bukanlah akhir dari kehidupanmu.
Nilai A mungkin hanya untuk direktur utama saja, tapi percayalah, sesungguhnya makna dan pembelajaran dibalik mata kuliah ini amat sangat banyak dan bermanfaat.
Berusaha, berdoa, sambil terus menjaga kesehatan.
Ingatlah, MOAL hanya 4 SKS.
Best regards,
Mahasiswa Akuntansi Semester 6 Universitas Bakrie
yang sedang menjalankan mata kuliah MINI Office Accounting Lab
:D
MINI OFFICE ACCOUNTING LAB
Menurut ceritanya sih, mata kuliah ini di suggest oleh seorang dosen yang dulunya merupakan Kaprodi (Kepala Program Studi) Akuntansi kampusku, sebut saja Pak R. Ibaratnya sebuah adonan, mata kuliah ini adalah gabungan dari semua mata kuliah yang dulunya pernah kita pelajari selama 5 semester (termasuk pelajaran semester 6 nya sendiri) yang kemudian dituangkan dalam 4 SKS seminggu.
Kelebihannya lagi, 4 SKS matakuliah ini secara ajaib dapat berubah menjadi lebih dari 24 SKS seminggunya. Loh kenapa? Nanti akan dijelaskan kemudian.
Kelebihannya lagi, mata kuliah ini sama sekali ngga ada buku pegangan apa-apa. Bertemankan mbah Google, tanya sana tanya sini, ide ini itu, jadilah kita mengarungi mata kuliah ini.
Kelebihannya lagi lagi, mata kuliah ini memang hanya ada di semester 6 saja, tapi nantinya akan berdampak di semester-semester depan kehidupan kita (gitu sih kata senior-senior yang telah berhasil menerjang badai nya).
Sebenernya apaan sih MOAL MOAL? Mau muntah?
Oh bukan!
Mini Office Accounting Lab adalah sebuah mata kuliah dimana kita diminta untuk membuat perusahaan dengan ketentuan tertentu (misalnya, nanti di Tahun ke-3 mulai ekspor, tahun ke-5 mulai Go Public, omzet perusahaan harus Rp1,000,000,000,000 (alias 1 T)). Karena membuat perusahaan fiktif, mahasiswa dibagi kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari 6-8 orang. Nantinya mereka akan menjalankan fungsi-fungsi tertentu dalam perusahaan. Ada yang jadi CEO, CFO, CMO, COO, dll.
Setiap minggunya, setiap kelompok akan mempresentasikan perkembangan perusahaannya. Diawali dengan pembuatan struktur perusahaan, jobdesk, SOP, budget, dll.
Bagaikan Bandung Bonowoso yang disuruh membuat candi dalam semalam, segalanya tentang perusahaan itu harus sudah dibuat dan ada dalam waktu SEMINGGU. IMPOSSIBLE! Ups! Impossible is nothing!Buktinya, banyak kelompok yang dalam seminggu telah menyelesaikan segala macam draft ini itunya.
Presentasi dimulai dan sang dosen mulai kritik dan memberi saran sana sini, suruh bikin ini itu untuk melengkapi data yang sudah ada. Itu berarti, minggu selanjutnya dengan 100 SKS berikutnya akan kembali berjalan. Yah, begitulah seterusnya hingga akhir semester ini.
Nggak tidur, pusing, stress, emosi, berantem, nangis, sakit, mulai dirasakan mahasiswa-mahasiswa. Kenapa karenanya? Karena mereka harus mengejar membuat segala yang disarankan bapaknya dan harus selesai seminggu kemudiannya. Tak sedikit mahasiswa yang merelakan dirinya nginap di kampus, digigitin nyamuk-nyamuk ganas SL depan. Demi apa? Sesungguhnya hanya demi MOAL.
Sungguh luar biasa memang mata kuliah ini.
Seluruh materi yang dipelajari dari semester 1 kepake semuanya.
Seluruh daya upaya usaha mahasiswa semuanya kepake disini.
Seluruh ide kreatif, tangisan, emosi, stress menumpuk disini.
Cuma MOAL yang bisa bikin mata kuliah lain jadi prioritas nomor sekiaaaaaaaan.
Cuma MOAL yang bisa bikin yang temenan jadi musuhan dan musuhan jadi temenan.
Cuma MOAL yang bisa bikin mahasiswa akuntansi mengerti segala aspek perusahaan.
Cuma MOAL yang bisa begini..
Buat semua yang mengerjakan MOAL, semangat!
Ini bukanlah akhir dari kehidupanmu.
Nilai A mungkin hanya untuk direktur utama saja, tapi percayalah, sesungguhnya makna dan pembelajaran dibalik mata kuliah ini amat sangat banyak dan bermanfaat.
Berusaha, berdoa, sambil terus menjaga kesehatan.
Ingatlah, MOAL hanya 4 SKS.
Best regards,
Mahasiswa Akuntansi Semester 6 Universitas Bakrie
yang sedang menjalankan mata kuliah MINI Office Accounting Lab
:D
3.11.11
Ketika Kiriman Bulanan Tak Lagi Cukup...
Ketika akhir bulan, ke ATM dan mendapati tak lagi ada yang bisa "ditarik"...
Ketika ingin membeli sesuatu, tapi setelah di estimasi akan memakan biaya besar yang akhirnya bisa menyebabkan kelaparan di akhir bulan...
Ketika ingin makan di tempat yang sedikit "elit" tapi tak mampu karena akan mengancam keberlangsungan kehidupan kemudian hari..
Ketika masa-masa ujian, harus foto copy sana sini sehingga mengeluarkan uang yang lebih daripada bulan-bulan biasa tapi jumlah duit yang dikirim tetap sama setiap bulannya...
Ketika harus mengeluarkan uang untuk beberapa keperluan penting yang berkali-kali, sedangkan tak ada anggaran tambahan untuk itu...
Ketika ingin menabung, tapi kenyataannya justru malah berhutang...
Ketika . . .
Ketika . . .
Oh, Bapak Ibu di seberang pulau sana...
Bukannya tidak mau berhemat ataupun menabung...
Apa daya, ini Jakarta, ini Kuningan, ini Pasar Festival...
Tempat dimana menabung hanya akan jadi khayalan...
Untuk sekedar mengisi perut saja, seluruh dana yang engkau berikan telah lenyap dan ujung-ujungnya dibuang...
Disinipun, butuh biaya entertainment, setidaknya untuk membeli perlengkapan mandi supaya tetap wangi...
Dan ketika kiriman bulanan tak lagi cukup, bisakah meminta penambahan?????
30.10.11
Kecewa. Boleh kan?
"Ketika berbuat baik, jangan mengharapkan imbalan apapun"Yak, kata-kata itu harusnya tertanam dengan baik dalam otakku. Tak bisa dipungkiri, siapapun pernah merasakan hal ini: ketika sudah merasa menjadi "suatu bagian penting" dalam diri seseorang / sebuah perkumpulan, dan mau membantu apapun bentuknya saat dia (mereka) kesusahan, sudah berusaha memberikan yang terbaik, tapi ketika kesusahan dia (mereka) malah tidak ada, atau disaat kita sedang berbahagia, dia (mereka) tidak melakukan hal yang sama seperti dia (mereka) memperlakukan orang-orang yang dia (mereka) "sayangi" lainnya.
Aku bukan malaikat, bukan pula manusia super yang bisa 100% pure memegang teguh kata-kata di atas. Ga munafik, ketika kita udah membantu atau apapunlah itu namanya, aku pun ingin diperlakukan sama seperti kita memperlakukan orang tersebut. Dan saat hal itu tidak terpenuhi, timbullah rasa kecewa. Nah, satu pertanyaanku: Kecewa. Boleh kan?
Aku pun sering melakukan kesalahan-kesalahan, namanya juga manusia. Khilaf memang sifatnya manusia, karena yang sempurna hanyalah Allah. Tapi...
Yasudahlah, di dalam sana aku hanya sebuah pelengkap. Yang lainnya lebih penting. Setidaknya aku masih dianggap. Danke~ :)
Subscribe to:
Posts (Atom)




