21.8.11

HAPPY BIRTHDAY, Carrrr...




Everybody may say I'm freak. I don't care.
I just want people notice that my super friend, Alania, is having a super great day today.. Everybody must enjoy and she must be happy!


19.8.11

WAR !

Bagaimana aku akan mencintai diriku sendiri jika yang ada hanya perasaan rendah diri? Bagaimana aku akan mencoba untuk bangkit jika sekeliling tak sadar akan kehadiranku?

Makanya buat mereka sadar kalau kau ada!

Bagaimana? Bagaimana? Aku bahkan tak mengerti mengapa mereka demikian. Perlahan mereka menghilang, satu demi satu.

Kau yang menjauh! Bukan mereka! Kau yang mengasingkan diri dari kumpulan sesamamu, dan lebih memilih bersama kumpulan yang lain di luar dari mereka. Semua adalah akibat dari sikapmu!

Lalu apa yang harus aku lakukan?

Menurutmu?

(hening)

17.8.11

Hey, You! Welcome Again :)

Seperti biasa, pagi ini seperti pagi-pagi Ramadhan lainnya. Ya melaksanakan ibadah demi ibadah, seperti shalat dan tidur (yang terakhir "most played" di Ramadhan ini kayanya). Tapi ada yang berbeda di hari ini. Mau tau ada apa di hari ini? HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA yang ke-66 tahun.

Bangun tidur langsung panik, nyari-nyari keberadaan jam (yang sebenernya terletak di atas kepala). Hal yang paling menarik pada tanggal 17 Agustus apalagi kalau bukan nonton siaran Upacara Penaikan Bendera Pusaka di Istana Negara. Adegan eh bukan, siaran yang selalu dinantikan setiap tahun. Apa sih menariknya? Sini sini aku jelaskeun..

Ketika upcara bendera di Istana itu ya, lihat deh pasukan peserta upacaranya, marching band nya, paduan suara Gita Bahana Nusantara-nya, dan yang paling dinantikan tentu saja PASKIBRAKAnya. Para pasukan peserta upacara yang jalan aja serentak, mau gerak-gerak apa juga serentak, berbaris rapih, pakaian rapih, semuanya perfect. Marching band yang mengingatkanku pada drum band masa SD dulu, suaranya yang ngangenin dan tegas menggelegar! Paduan Suara Gita Bahana Nusantara yang setiap tahun menyanyikan berbagai lagu secara PERFECT dan didampingi dengan orkestra yang ciamik menjadikan perpaduan semuanya menjadi sesuatu yang layak untuk diacungi jempol. PASKIBRAKA yang penampilan setiap tahunnya selalu dinantikan oleh seluruh masyarakat di seluruh Indonesia, yang menjadi bagian dari sana merupakan kebanggaan terbesar dalam pencapaian selama ber-paskibra. Dan semua momen itu hanya akan anda dapatkan pada 17 Agustus setiap tahunnya. Membanggakan, bukan?

Nah, di hari yang merdeka ini juga aku mendapatkan sebuah kejutan yang tak pernah aku bayangkan seumur hidupku. Kedatangan kembali seorang sahabat yang bertahun-tahun tidak terdengar kabarnya bagai menghilang ditelan bumi. Mari aku perkenalkan seorang sahabat sejak SMP, Hevaldo alias Dodo.

Perasaan kangen, kaget, penasaran, semuanya bercampur waktu liat friend request di facebook dari seseorang yang sangat familiar denganku selama bertahun-tahun. Accept, langsung nulis sesuatu di wall-nya. Saking senengnya, sampai-sampai aku koar-koar dimana-mana kalo dia udah kembali! Super kangen dengan teman yang satu ini. Panjang memang untuk diceritakan peristiwa hampir 3 tahun lalu yang membuatku cukup kecewa dengannya, tapi intinya bukan itu. Intinya adalah kini aku melihatnya telah menjadi seseorang yang baru (walaupun masih bertemu secara virtual) dan telah lebih baik dari saat terakhir bertemu.

Welcome again in this "world" bro! Very nice to see you after years. And I really want to meet you, super soon :)

Besar harapanku dia akan semakin sukses di hari depan, besar harapanku dia akan benar-benar bahagia dan jauh dari kehidupan seperti masa lalu. Tetap menjadi orang yang positif ya, tetap menjadi pribadi yang elegan, tetap menjadi orang yang dirindukan semua orang..

Salam gaul dari teman lamamu ^.^

Selamat Ulang Tahun Indonesiaku ke-66

Dirgahayu Indonesia ke-66..
Usiamu kini tak lagi muda. Ibarat kehidupan manusia biasa, di usia ini sudah begitu banyak pengalaman-pengalaman hidup yang semestinya menjadi guru yang begitu berharga. Di usia yang sudah cukup daripada dewasa, semestinya sudah banyak pencapaian-pencapaian luar biasa yang dituai.

Yah, inilah rupa Indonesiaku ini. Masih berputar-putar kasus korupsi yang entah sampai kapan akan benar-benar bersih, masih banyak kekerasan disana sini, ketidakadilan terhadap masyarakat kecil yang harusnya mendapatkan lebih dari apa yang mereka kini terima, masalah-masalah lainnya seputar ipoleksosbudhankam. Apakah kini Indonesia sudah "lebih baik, lebih jaya, dan lebih merdeka?"

Aku takkan banyak berkomentar tentang kehidupan luar sana, aku takkan banyak berkoar-koar seperti apa ketidakadilan itu. Suatu hal besar, berasal dari hal-hal kecil yang kemudian berkumpul dan menumpuk sehingga menjadi terlihat besar. Begitu pula kesalahan-kesalahan dan permasalahan yang kini terjadi. Mungkin kita takkan bisa memperbaikinya dalam tempo setahun dua tahun, tapi tak ada salahnya jika kita mulai memperbaiki hal-hal kecil itu. Mulai dari diri sendiri.

Kembali pupuk sikap sopan dan toleransi.
Kembali tanamkan sifat jujur dan adil.
Kembali berdayakan budaya kekeluargaan dan persatuan.
Kembali menjadi masyarakat yang OPTIMIS.

Bukankah Indonesia ini gudang sumber daya alam?
Bukankah Indonesia termasuk negara yang sumber daya manusia terbesar sedunia?
Bukankah dengan keberagaman tradisi dan etnis kita bisa menjadikannya bom untuk menyebarkan kebaikan dan menjadi contoh manusia yang ramah?

Bangkitlah Indonesiaku, di hari yang sangat baik ini semoga harapan-harapan anak bangsa yang selalu ingin negaranya lebih baik ini bisa terwujudkan :)

MERDEKA!

16.8.11

Experience is the BEST Teacher

I love singing, and I enjoy :)

Dari kecil aku suka bernyanyi, di mesjid, di sekolah, di mana-mana hatiku senang, aku bakalan nyanyi. Jadi inget dulu masa TK, jadi salah satu member dari grup qosidahan TK. Ngga inget emang nyanyi apa aja, yang penting diingatkan oleh foto-foto pas masa-masa TK. Disana ada aku bersama beberapa teman lainnya, menggunakan baju berwarna hijau, sambil memegang rebana kecil (ga tau istilahnya apa -.-").

Ketika zaman-zamannya SD, aku sering ikut kegiatan-kegiatan sekolah dan cukup aktif meramaikan lomba-lomba antar mesjid. Sempet ikutan lomba nasyid dimana-mana (dan ga pernah menang, kecuali di mesjid sendiri hehehe), ikutan lomba nyanyi solo di SD (dan ga menang juga soalnya fals). But, overall.. Semua kegiatan-kegaitan yang aku ikuti sedikit banyaknya melatih mentalku untuk bisa tampil di depan umum.

Hmm, rasanya masa-masa SD adalah masa kejayaanku. Banyak kegiatan baru yang aku ikuti, seperti mulai menari, MC, menjadi qoriah (mengaji menggunakan irama-irama tertentu), bahkan menjadi salah satu anggota drumband SD yang namanya banyak dikenal masyarakat Padang. Berawal dari menjadi "penari latar" hingga menjadi mayoret. Mulai dari menari di depan teman-teman SD, sampai menari di rumah pak Walikota sewaktu pergantian walikota menjadi pak Fauzi Bahar (kebayang kan udah berapa lama beliau menjadi walikota, sudah saatnya diganti *ups).

Masa SMP pun tidak jauh beda. Diawali dengan (alhamdulillah) dipercaya menjadi queen dulu ketika MOS, aktif ikut kegiatan ekstrakurikuler tari dan paduan suara, drumband untuk upacara, ikut-ikutan jadi dokter kecil (padahal ngga ngerti apa-apa), bahkan sejak kelas ku dulu (ketika kelas 2 SMP) mencetuskan untuk membudayakan Asmaul Husna, kami sering di kontak untuk tampil di sekolah. Hahaha.. Lucu memang. But, I enjoyed it!

Ketika SMA, aku memang masih tergolong aktif. Masih di bidang tarik suara (paduan suara dan nyanyi solo), MC, dan tari. Nah, yang paling aku ingat yaitu ketika pagelaran seni kelas 2 SMA, kami sekelas membawakan tari India :) Benar-benar-benar-benar di luar akal sehat manusia. Hahaha. Nilai plus selama masa SMA adalah pada kegiatan organisasi. Banyak hal yang bisa didapatkan ketika sudah menjadi pengurus sebuah organisasi.

Nah, ini nih yang paling menyedihkan. Entah mengapa ketika memasuki bangku perkuliahan, aku merasakan satu persatu talenta emas itu hilang (err, oke agak di dramatisir ya). Aku udah ngga nge-MC lagi, sempat ikutan UKMa Tari tapi akhirnya ngga lagi karena sibuk dan ngga tahan dengan pelatihnya. Dan hanya inilah yang tersisa, satu-satunya bakat yang akan tetap dijaga sepanjang masa. Mengikuti UKMa Paduan Suara ini adalah satu-satunya kebanggaan dan harapanku. Yak, bakat di bidang tarik suara. Walaupun kini bernyanyinya bukan Solo lagi, tapi harus memadukan suara dengan sekelompok orang, tapi di Paduan Suara ini aku kembali dapat bernyanyi, bahkan menari (manfaat colongan :P )

Aku akhirnya mulai bangkit lagi, ikut kegiatan Paduan Suara luar membuatku semakin bersemangat untuk menjadikan impian selama ini terwujudukan, yakni tampil dalam sebuah KONSER. Berkat paduan suara, aku kembali dikenal. Berkat paduan suara, aku dapat tampil di depan banyak orang, walaupun mungkin hanya sekedar menjadi conduct lagu Indonesia Raya di depan Ketua ASEAN, Keluarga Bakrie, Kedubes-kedubes seluruh Indonesia yg ada di Indonesia, para menteri, pejabat-pejabat penting di Indonesia, dan beberapa mahasiswa universitas seluruh Indonesia :)

Dalam postingan kali ini, aku bukan ingin membanggakan diri, teman. Aku hanya ingin me-remind kembali otakku, mengingat-ingat hal-hal positif yang pernah aku dapatkan agar aku dapat bersyukur atas hidup yang kini ku jalani. Menjalani masa-masa sulit adalah hal yang tidak mudah, terlebih jika ketika itu semangat mulai luntur dan mulai berpikir bahwa "rumput tetangga selalu lebih hijau".

Begitulah teman, ketika kamu merasa dalam keterpurukan dan merasa tidak ada apa-apanya dibandingkan orang lain, ingatlah masa-masa kejayaan mu. Refresh kembali otak dengan semua pencapaian-pencapaian yang selama ini pernah dialami. Berikan sedikit ruang pada hatimu untuk memiliki rasa bangga pada diri sendiri. Narsis? Ya, bisa dibilang itulah caranya untuk membangkitkan kembali rasa percaya dirimu. Mulailah untuk sedikit mencintai diri sendiri, tapi ingat! Jangan berlebihan. Dan ketika kamu kembali terpuruk, ingatlah metode ini.


:)

15.8.11

AKAN 20 TAHUN? OH NOOOOOO!!!

Oke, kali ini aku akan sedikit berbahasa gaol dan menggunakan kata "gue" untuk menyapa diri sendiri (haloo!). Tes tes, gue tes tes. Let's get it started!

Kalo diliat dipikir dan sedikit direnungkan, judul diatas emang sangat berlebihan. Kenapa coba dengan umur 20? Bagus dong, berarti udah mau kepala 2, udah dibilang orang dewasa. *menurut loh??

Terus terang, gue ngga terlalu suka dengan kata-kata "wah, udah mau kepala 2", berasa siluman di salah satu TV swasta terkenal itu. Walaupun dari awal umur 19 udah gue deklarasikan kalo gue SAMA SEKALI NGGA SENENG akan memasuki usia 20, tetap aja masa-masa itu akan tetap dijalankan (kecuali jika ALLAH swt berkehendak lain *ya ALLAH, jangan dulu ya ALLAH). Kenapa kok gue sebegitu kekeuhnya ngga mau menyandang kepala 2? Karena menurut gue, ketika menyandang umur 20-an, segalanya udah harus berubah dari yang istilahnya "kekanak-kanakan" --> "kedewasaan". Ya, orang bilang memang umur itu ngga mencerminkan kedewasaan. Hanya saja, 20 tahun men! Siapapun akan setuju kalo umur 20 tahun identik dengan dewasa, kedewasaan, atau apalah itu namanya.

Cepat sekali waktu berlalu, sampe rasanya gue masih belom rela melepaskan umur belasan ini. Masih ingin menjadi ABeGe yang ceria, manja-manjaan sama kakak, dll. Ketika udah masuk "si kepala-dua" itu, pikiran pun secara mau tidak mau harus memikirkan: "ntar kerja dimana? nikah umur berapa? mau lanjut S2 dimana? bla bla bla" Kita dituntut untuk berpikir lebih dewasa dan lebih serius dibandingkan saat usia belasan. Dituntut untuk tidak labil dan lebih mempertimbangkan secara matang.

Yah, sekali lagi. BELOM SIAP!
Masak, masih belom bisa.
Kamar, masih urakan.
Penampilan, jauh dari style cewek dewasa (masih suka pake baju suka-suka-gue)
Otak, masih standar
Keterampilan, nol mendekati minus *na'udzubillah

Tapi, tinggal hitungan hari dan kalo hari itu gue masih diberi kehidupan sama ALLAH sungguh gue pengen bilang, "Ya ALLAH, masih mau umur belasan, ngga mau jadi 20.."

Siapa yang bisa menghentikan waktu? NO ONE. Maka dari itu, gue mulai mengambil sedikit "keuntungan" memasuki umur 20 ini. Diambil positifnya aja kali ya.. Umur 20 berarti sudah HARUS BISA BELAJAR LEBIH meningkat lagi segala positif-postifnya dan semakin sering melakukan IMPROVISASI DIRI dan membentuk diri menjadi PRIBADI YANG KREATIF, INOVATIF, OPTIMIS, CERDAS, SOPAN SANTUN, CERIA! *berasa tagline iklan kampanye remaja*


Yak, 11 hari lagi. *deg deg deg*
Akan jadi apa hari jadi nanti? Let's see..

AKAN 20 TAHUN? OH YESSSS!!! :)

Mari Mulai Berpikir Positif

Berpikir positif? Sugesti positif? Benda apa sih tuh? Enak ngga? Cakep ga? Mahal ga sih?
Oke, hilangkan dulu semua pertanyaan-pertanyaan itu mari sejenak kita evaluasi diri.

Apakah selama ini kita terlalu larut dengan masalah-masalah yang (setelah dipikir-pikir) ternyata tidak terlalu penting?
Apakah selama ini kita sering berburuk sangka bahkan berpikir negatif terhadap niatan atau sikap oranglain terhadap kita?
Apakah kita sering merasa sendiri, padahal banyak orang di sekitar kita?
Apakah selama ini kita terlalu mempermasalahkan hal-hal yang kecil sehingga merasa tak sanggup memikulnya?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan lainnya akan sangat banyak terngiang di otak kalo dilanjutkan. Pertanyaan-pertanyaan diatas adalah contoh dari beberapa sikap negatif. Nah apalagi nih sikap negatif? Dibawah nol dong? (aduh jayus, skip!)

Ketika kita mulai bersikap negatif, dalam arti kita berpikir yang jelek-jelek, negatiiiiiiif melulu (tolong bedakan dengan pemikiran yg pervert), kita bisa dikategorikan sedang berada dalam masa-masa negatif. Kalo udah berada dalam masa negatif, apapun yang dikatakan yang keluar ya yang negatif-negatif. Sulit ya membayangkan?

Misalnya aja gini nih, contoh simple deh. Suatu hari si A dateng ke si B dan ngomong sesuatu. Karena A lagi dalam kondisi super seneng, sedangkan B dalam kondisi super sedih, B pun perlalu tanpa menggubris kata-kata si A. A pun terdiam, dan kemudian mulai berpikir. "Apa dia tersinggung ya sama kata-kataku? Ah, bego banget aku! Ntar kalo dia ngga mau temenan lagi sama aku gimana? Aduh, aku harus gimana ya? Gimana kalo ntar dia ...... ".

Nah, mulai lah berasumsi yang nggak-nggak. Inilah salah satu akibat dari berpikir negatif. Padahal, FYI, si B itu sedang sedih karena baru saja kehilangan kucing kesayangannya, dan dia lagi ngga mood diganggu ama siapapun. Dia pun ngga memikirkan apapun saat itu selain kucingnya. Kasihan kucingnya *eh? Sedangkan saat ini kondisi si A sedang berada di kamar, merenung, berpikir keras, menyesal dan menyalahkan diri sendiri atas kesalahan-yang-ngga-tau-apa itu. Akibatnya, tugas-tugasnya pun terabaikan, pikiran terbebani, ngga nafsu makan, dll.

Begitu besarnya dampak dari berpikir negatif. Pikiran-pikiran negatif tersebut hanya akan membawa pada hal-hal yang buruk pula. Banyak kerugian dari berpikir negatif itu, bukan? Tidak hanya untuk kesehatan rohani, bahkan jasmani juga terlibat.

Bagaimana menghilangkan pikiran negatif? Dengan berpikir positif.
Simple sebenarnya, berpikir positif adalah senantiasa memikirkan hal-hal yang menyenangkan dan memberikan sugesti-sugesti (pikiran-pikiran dan dorongan) positif untuk diri sendiri. Misalnya, memberikan semangat pada diri sendiri, mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Percaya atau tidak, dengan senantiasa berpikir positif setiap saat, kita akan terhindar dari sifat stress dan pekerjaan cenderung tidak terabaikan. Setiap kata-kata positif yang keluar dari mulut kita, akan terekam oleh otak, dan otak akan mencerna kata-kata positif tersebut sehingga akan memberikan semangat sendiri untuk diri kita.

Susah untuk langsung berpikir positif?
Cobalah tersenyum. Sembari tersenyum, pikirkan hal-hal positif yang bisa diambil dari setiap kejadian, dan jadikan setiap kejadian menjadi pelajaran. Jangan biarkan pikiran negatif menggerogoti pikiran, karena hanya akan merugikan diri sendiri, bahkan orang lain bisa jadi terkena imbasnya.

SO?
Yuk mulai dari sekarang, dari diri sendiri, dan dari hal-hal terkecil. Aku pun juga masih belajar, kita sama-sama belajar. Meski susah, harus bisa. Karena kita bisa, karena terbiasa :)


*dedicated to my sister - Heni*
:)