Berpikir positif? Sugesti positif? Benda apa sih tuh? Enak ngga? Cakep ga? Mahal ga sih?
Oke, hilangkan dulu semua pertanyaan-pertanyaan itu mari sejenak kita evaluasi diri.
Apakah selama ini kita terlalu larut dengan masalah-masalah yang (setelah dipikir-pikir) ternyata tidak terlalu penting?
Apakah selama ini kita sering berburuk sangka bahkan berpikir negatif terhadap niatan atau sikap oranglain terhadap kita?
Apakah kita sering merasa sendiri, padahal banyak orang di sekitar kita?
Apakah selama ini kita terlalu mempermasalahkan hal-hal yang kecil sehingga merasa tak sanggup memikulnya?
Mungkin pertanyaan-pertanyaan lainnya akan sangat banyak terngiang di otak kalo dilanjutkan. Pertanyaan-pertanyaan diatas adalah contoh dari beberapa sikap negatif. Nah apalagi nih sikap negatif? Dibawah nol dong? (aduh jayus, skip!)
Ketika kita mulai bersikap negatif, dalam arti kita berpikir yang jelek-jelek, negatiiiiiiif melulu (tolong bedakan dengan pemikiran yg pervert), kita bisa dikategorikan sedang berada dalam masa-masa negatif. Kalo udah berada dalam masa negatif, apapun yang dikatakan yang keluar ya yang negatif-negatif. Sulit ya membayangkan?
Misalnya aja gini nih, contoh simple deh. Suatu hari si A dateng ke si B dan ngomong sesuatu. Karena A lagi dalam kondisi super seneng, sedangkan B dalam kondisi super sedih, B pun perlalu tanpa menggubris kata-kata si A. A pun terdiam, dan kemudian mulai berpikir. "Apa dia tersinggung ya sama kata-kataku? Ah, bego banget aku! Ntar kalo dia ngga mau temenan lagi sama aku gimana? Aduh, aku harus gimana ya? Gimana kalo ntar dia ...... ".
Nah, mulai lah berasumsi yang nggak-nggak. Inilah salah satu akibat dari berpikir negatif. Padahal, FYI, si B itu sedang sedih karena baru saja kehilangan kucing kesayangannya, dan dia lagi ngga mood diganggu ama siapapun. Dia pun ngga memikirkan apapun saat itu selain kucingnya. Kasihan kucingnya *eh? Sedangkan saat ini kondisi si A sedang berada di kamar, merenung, berpikir keras, menyesal dan menyalahkan diri sendiri atas kesalahan-yang-ngga-tau-apa itu. Akibatnya, tugas-tugasnya pun terabaikan, pikiran terbebani, ngga nafsu makan, dll.
Begitu besarnya dampak dari berpikir negatif. Pikiran-pikiran negatif tersebut hanya akan membawa pada hal-hal yang buruk pula. Banyak kerugian dari berpikir negatif itu, bukan? Tidak hanya untuk kesehatan rohani, bahkan jasmani juga terlibat.
Bagaimana menghilangkan pikiran negatif? Dengan berpikir positif.
Simple sebenarnya, berpikir positif adalah senantiasa memikirkan hal-hal yang menyenangkan dan memberikan sugesti-sugesti (pikiran-pikiran dan dorongan) positif untuk diri sendiri. Misalnya, memberikan semangat pada diri sendiri, mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Percaya atau tidak, dengan senantiasa berpikir positif setiap saat, kita akan terhindar dari sifat stress dan pekerjaan cenderung tidak terabaikan. Setiap kata-kata positif yang keluar dari mulut kita, akan terekam oleh otak, dan otak akan mencerna kata-kata positif tersebut sehingga akan memberikan semangat sendiri untuk diri kita.
Susah untuk langsung berpikir positif?
Cobalah tersenyum. Sembari tersenyum, pikirkan hal-hal positif yang bisa diambil dari setiap kejadian, dan jadikan setiap kejadian menjadi pelajaran. Jangan biarkan pikiran negatif menggerogoti pikiran, karena hanya akan merugikan diri sendiri, bahkan orang lain bisa jadi terkena imbasnya.
SO?
Yuk mulai dari sekarang, dari diri sendiri, dan dari hal-hal terkecil. Aku pun juga masih belajar, kita sama-sama belajar. Meski susah, harus bisa. Karena kita bisa, karena terbiasa :)
*dedicated to my sister - Heni*
:)
No comments:
Post a Comment