Akhir-akhir ini, isu mengenai karma sedang hangat-hangatnya di otak saya. Hmm, selain karena pengalaman pribadi, juga karena ada satu dosen nyentrik yang menyinggung-nyinggung soal KARMA. Beliau bilang, karma itu ada. Katanya, dia nggak mau menyusahkan mahasiswanya, jadi biar nggak kena karma.
Nah, suatu hari saya berpikir tentang suatu masalah yang mana kesimpulan dari masalah itu adalah: saya kena karma. Lantas, saya berbincang dengan salah satu teman saya lewat SMS. Dia bilang: "Dalam Islam, ga ada yang namanya Karma".
Well, I don't know.. Apakah aku harus percaya atau tidak. Hemm. Masalahnya, ini sudah menyangkut agama, alias keyakinan kepada Tuhan dan takdirnya (rukun iman loh..)
Kemaren-kemaren, masalah yang sama kembali menerpa saya dan akhirnya saya setengah curhat di twitter dengan menulis: "Karma Does Exist". Karena setelah saya berpikir dan menelaah dengan pikiran awam saya, bahwa apa yang pernah saya lakukan di masa lampau, berakibat ke masa saat ini. Saya "menderita" hal yang sama seperti yang saya lakukan dulu. Itulah kemudian saya menyebutnya: Karma. Beberapa saat setelah itu, salah satu teman kampus saya me-reply tweet saya dan bilang yang intinya juga sama bahwa sebagai seorang Muslim, dia nggak percaya adanya Karma, yang ada hanya Allah yang MahaAdil.
Saya kembali berpikir dan jujur, saya masih merasa bahwa karma itu benar ada. Perbuatan yang dilakukan (baik itu buruk atau baik di masa lampau) suatu saat akan terjadi kepada kita. Dan saya sudah merasakan hal tersebut ada. Sampai sekarang, saya masih bertanya-tanya.. "Does KARMA EXIST????"
No comments:
Post a Comment