Dulu waktu jaman-jamannya masih di Padang, mau ada filem baru release jenis apapun kayanya nggak peduli, padahal itu bioskop pas banget di belakang sekolah, alias kalo mau nonton ya tinggal ngesot.
Hampir 17 tahun ngga pernah ke bioskop, akhirnya sampailah cita-cita ke bioskop gara-gara bisikan syaiton (ups) maksudnya ajakan temen-temen buat nonton film "Laskar Pelangi". Itu adalah satu-satunya film yang saya tonton di bioskop Padang.
Sesampainya di Jakarta, segala gemerlap dunia disini seakan memanggil-manggil untuk dicobain satu-satu. Masuk ke satu geng yang isinya orang-orang yang "kakinyo bacilalek" alias hobinya jalan-jalan, mulailah dikenalkan satu persatu. "Ini namanya Mall ini..", "Ini namanya jalan ini..", "Makanan yang enak di sini sini sini"..
Sampailah akhirnya saya diperkenalkan pada bioskop di Jakarta! Horeeee~
Karena saya tinggal di kawasan elit (baca: seputaran Kuningan, Menteng Atas) dan waktu itu Epicentrum Walk masih belum bisa jalan, jadilah kita nonton di Setiabudi.
Ternyata, nonton di bioskop itu ENAK, SERU! Apalagi kalo nonton film action, kayanya lebih masuk ke dalam filmnya.
Akhirnya sekarang, saya udah nggak cupu-cupu banget lagi kalo ngomongin soal film, aktor, aktris, atau apapun namanya. Dibandingkan jaman SMA yang buta sama sekali tentang dunia hiburan (terutama perfilman), sekarang sudah lebih terbuka mata hatinya walaupun ya ngga bisa apal semuanya juga.
Bioskop daebak!
Semoga di Padang, bioskopnya bisa lebih baik :)
hahhaa..
ReplyDeleteuntung masih pernah pas sma
awak pertama ke biskop pas udah mahasiswa dan nonton Laskar pelangi jugaa.. hahahaha