3.7.14

Indahnya Islam, Indahnya AlQuran

MARHABAN YAA RAMADHAN..

Bulan penuh ampunan, bulan latihan, ajang memupuk pahala sebanyak-banyaknya..

Pagi ini, saya membuka newsfeed facebook, scroll kebawah terus hingga akhirnya saya penasaran dengan sebuah link youtube yang terpampang disana kira-kira berjudul Bocah 5,5 tahun hafal 29 juz AlQuran. Saya penasaran, saya langsung lihat videonya. 

Musa, namanya, seperti anak kecil lainnya, gigi bagian depannya ompong (hehe) yah usia yang memang masih bertumbuh. Sepertinya anaknya pemalu. Tapi di otaknya tersusun rapi ayat-ayat Allah. Penasaran, Musa diuji oleh juri serta beberapa orang penonton. Ayat dibacakan secara acak, namun dia bisa untuk melanjutkannya dengan lantang dan  yang paling bikin merinding adalah dia juga bisa membacakan alQuran dengan tajwid dan harkat yang pas! 

Teringat dulu saat masih di Padang, masih ngaji dan pesantren Ramadhan. Mau menghafal satu ayat saja, susahnya minta ampun. Juga waktu masih sekolah, pelajaran agama Islam disekolah ada uji hafalan ayat. Banyak yang masih terbata-bata bahkan untuk membaca AlQuran nya sajapun masih terbata-bata pula. 

Malu..

Sangat malu rasanya, diusia yang sudah kepala 2, sudah berapa ayat yang dihafal?

Kembali lagi ke Musa dan video tadi, satu hal yang membuat saya sangat terenyuh adalah statement dari salah seorang juri yang mengatakan bahwa penghafal alQuran dimuliakan Allah. Bayangkan! Allah saja memuliakan, sudah seharusnyalah manusia juga memuliakan.

Sahabatku seiman, malu gak sih rasanya kita di dunia ini sibuk untuk mengejar pujian manusia, padahal setinggi-tingginya pujian bukanlah dari manusia, melainkan dari Allah swt. Dan para penghafal alQuran ini dipuji oleh Allah. 

AlQuran adalah satu-satunya kitab suci yang "hafal-able", seragam di seluruh dunia isinya, bahkan Allah swt menjamin kemurnia isi AlQuran. Sebagai pedoman sepanjang masa bagi manusia, alQuran tidak memiliki masa expired. AlQuran tidak pernah ketinggalan jaman, apalagi mendapat julukan "jadul". NO. NEVER.

Saya senang, belakangan ini diantara banyak siaran-siaran televisi yang tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat, masih ada stasiun televisi yang mau menayangkan acara-acara berbau Islami. Yah, walaupun pada menjamur selama bulan Ramadhan sih, tapi it's okay. Sekali-sekali insyaAllah lama-lama akan banyak siaran televisi yang dapat menjadi cambuk untuk kita untuk beribadah lebih dan lebih lagi.

Banyak juga sekarang gerakan-gerakan membaca alQuran, pengajian, serta kegiatan keagamaan lainnya. Perlahan masyarakat mulai sadar bahwa Islam memang indah adanya, dan semoga kesadaran untuk semakin mendekatkan diri pada ajaran-ajaran agama Islam tidak membuat kita menjadi riya.


Subhanallah. Subhanallah. ALLAHU AKBAR!

No comments:

Post a Comment