30.5.10

Inspiring Girl

Hemm..
Saat aku berada dalam posisi ini aku teringat akan seorang teman dekatku dulu. Dia adalah anak yang manis, ceria, pintar, aktif. Selama SMA, aku sekelas dengannya. Kami sempat sangat dekat, bertukar pikiran, bercerita banyak hal. Tawa, canda, bersama. Dia tahu banyak tentang kehidupan ku, dan aku pun lumayan banyak tahu tentang kehidupan dia.

Awalnya rasa kagum ku terhadap dia hanya biasa-biasa saja. Hanya sebatas "dia cantik, dan disukai banyak orang". Tipe orang supel dan mampu mengayomi banyak orang. Diantara banyak anak-anak kelas 1 SMA, dia sudah banyak dikenal senior. Yah, selain karena keaktifan dia dalam sebuah ekskul yang banyak mengukir prestasi ada hal lain juga yang menyebabkan dia menjadi salah seorang "bunga kelas".

Banyak hal yang aku contoh dari dia, tak jarang aku iri melihat dia. Multi talented, pintar, berbahasa santun dan bagus, pandai menulis puisi, suaranya merdu, parasnya ayu, benar-benar perfect girl menurutku. Semakin lama aku semakin saluuut dan banyak belajar dari dia.

Kelas 2 & 3 SMA kita nggak begitu dekat lagi. Kesibukan satu sama lain, dan dia pun yang lebih banyak bergaul dengan teman-temannya menyebabkan kita jarang ngobrol lagi tentang masalah pribadi. Tapi bukan berarti kita musuhan! BIG NO!

Melihat dia yang menurutku berubah menjadi sangat luar biasa membuatku kaget. Dalam waktu singkat, dia bisa mengubah kehidupannya menjadi sangat teratur, sangat mandiri, sangat luar biasa. Motivasi berprestasinya tinggi, dia semakin aktif dan banyak dikenal orang. Aku semakin kagum dengannya.

Bahkan sampai sekarang. Dia telah berhasil masuk ke jurusan yang luar biasa di salah satu universitas negri di pulau jawa ini. Keberhasilannya menjadikan "pukulan" bagiku. Kenapa? Karena aku merasa dulu aku telah banyak membuang waktuku untuk hal-hal yang gila dan tidak wajar. Tidak seharusnya dan tidak penting!

Semakin mendekati kelulusan aku melihat bagaimana semangat dia, bagaimana kegigihan dia. Jujur, aku ingin menjadi seperti dia. Setidaknya aku ingin memiliki semangat yang dia miliki sekarang.

Sekarang, aku ingin menyampaikan kepada temanku itu, bahwa dia memberiku inspirasi. Dia benar-benar menginspirasiku. Aku ingin menjadi seperti dia. Bukannya tidak mensyukuri hidup, tapi aku harus banyak belajar dari dia.

Kemandirian, kesupelan dalam bergaul, kesopanan, wajah ceria, cerdas, multitalented, semuanyaaaaaaaa... Semoga dia menjadi orang yang sukses. ^^



*didedikasikan untuk salah seorang sahabatku ^^



regards,,
--Ay

Peluk - Dewi "Dee" Lestari feat Aqi Alexa

Menahun ku tunggu kata-kata
yang merangkul semua
Dan kini ku harap ku dimengerti
walau sekali saja pelukku

tiada yang tersembunyi
tak perlu mengingkari
rasa sakitmu, rasa sakitku

tiada lagi alasan
inilah kejujuran
perih adanya, namun ini jawabnya

lepaskanku segenap jiwamu
tanpa harus ku berdusta
karna kau lah satu yang ku sayang
dan tak layak kau didera

sadari diriku pun kan sendiri
di dini hari yang sepi

tetapi apalah arti bersama (berdua)
namun semu semata

tiada yang terobati di dalam peluk ini
tapi rasakan semua
sebelum kau ku lepas slamanya

tak juga ku paksakan
setitik pengertian
bahwa ini adanya
cinta yang tak lagi sama

dan kini ku harap ku dimengerti
walau sekali saja pelukku



. . . . . .

29.5.10

Puisi Pak Habibie untuk alm Istri Tercinta

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempat nya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
Tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang,
Cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan,
Calon bidadari surgaku..


*B.J. Habibie

23.5.10

Hmm...

Iseng-iseng saya buka salah satu blog temen deket saya dulu,,
tertarik melihat tulisannya, tergerak pengen copi-paste dari punya diaaa..

begini kutipan quote yang ada di blog-nya:
"Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama."

Wah, benar-benar ngena..
Semoga jalan ini benar, saya berada pada posisi yang benar. Mempertahankan apa yang telah ada, mencoba selalu membuka mata dan telinga. Agar tak ada lagi air mata dan luka yang akan selalu membekas. Cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi.... ^^


Regards:
RI



19.5.10

My Heart

Aku nggak tau harus bagaimana sekarang, semuanya benar-benar membuatku sesak. Hanya pertemuan satu detik dan segalanya selesai. Seperti semuanya takkan pernah kembali seperti semula lagi, seperti segalanya tak pernah terjadi dan yang ada hanya pertemanan biasa. Siapa lo, siapa gue. Argh!

Benar-benar ingin melakukan sesuatu yang gila, diluar pemikiran semua, diluar kebiasaan, diluar apa yang semua orang pikirkan!
Aku mulai gila dengan semua rasa cinta ini, segala yang aku rasakan tak ada apa-apanya dan mungkin sudah tak berarti lagi. Aku hanyalah aku disini, sendri....

Aku ingin dia benar-benar kembali, benar-benar bisa merasakan hal yang sama lagi. Aku berharap banyak, dan aku sama sekali belum siap dengan sesuatu yang paling mengerikan itu. Aku benar-benar belum siap. KAPANPUN ITU!

Ya ALLAH,, tolong lah hati hamba~
Kembalikan dia seperti duluuuuuu.. please =((

4.5.10

Inikah Rasanya jadi Anak Kuliahan??

Itulah pertanyaan yang terbersit di benakku saat ini.
Hho kenapakah aku bisa mikir begitukah ya? (lho?)

Hari ini kampus dipenuhi oleh kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, jadinya kampusku, UNIVERSITAS BAKRIE jadi kerasa SANGAAAT meriah! Mulai dari tadi pagi dulu deh, selalu setiap pagi pasti ada kelas. Pagi hari ini pun begitu. Setiap selasa, kelas Intermediate Accounting selalu mengawali hariku. Untung aja nggak seperti kemaren pas kelas Financial Market & Institution (dimana hampir 65% dari jam kelas aku isi dengan kegiatan positif dan bermanfaat, TIDUR zzzzttt), kali ini pagi-paginya aku udah mempersiapkan secangkir kopi Vanilla Latte yang enak (tapi ga seenak capucinno sih -.-") dan karena keterbatasan waktu meminumnya jadi dibawa ke kampus :D

Well, terbukti lho teman-teman, cara ini efektif untuk menghilangkan kantuk dan memberikan sedikit asupan semangat dan keceriaan serta kemelekan mata tiada tara hahaha kepadaku. Akhirnya, alhamdulillah banget pagi ini nggak ngantuk. HORE!

Selanjutnya masih banyak lagi kegiatan mahasiswa di pagi itu, terutama menjelang sore. Semakin malam sepertinya semakin ramai saja pengunjung kampusku (lho??). Ada yang asistensi, ada yang belajar, ada yang maen leptop, ada yang online, ada yang jajan di kantin, ada yang pergi makan ke UKM dan ada yang LOMBA!

Nah, poin terakhir ini yang ingin aku jelaskan di tulisan ini sebenernya, tapi daritadi kayanya kebanyakan muter. Muun maap yee.. (bahasa alay :D)

Udah dari minggu lalu kampusku ini diisi dengan kegiatan lomba. BEM ngadain acara GEDE kampus, yaitu E-Youth (Entrepreneurial Youth) yaitu seminar dan workshop tentang entre gitu deh di kampus. Katanya itu menjadi acara kampus yang terbesar. Aku ama 3 temen sekosan aku lainnya itu udah niat mau ikut sebenernya. Tapi, berhubung niatnya yang acakadut n kurang kuat, jadinya nggak ikutan. Tambah lagi krisis financial yang melandaku. Hahaha. Nyesel juga nggak ikutan hiks.

Next, HMA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) ngadain lomba Accounting Fair. Lomba ini katanya nggak cuma khusus buat anak akun, tapi juga menejemen (berhubung kampusku cuma "baru" punya 2 jurusan). Ada Accounting Challenge, Debat Ekonomi, dan Stock Exchange). Aku sempet "iseng" aja ikutan Accounting Challenge, semacem lomba akuntansi gitu. Hehe emang cuma niatnya buat memeriahkan acara aja kok, dan hasilnya, ya seperti prediksi sebelumnya, GA LULUS. Ya iyalah ya nggak niat gitu. Tapi ya setidaknya aku berhasil di peringkat 13 dari 16 peserta (dengan riang gembira saya nyatakan SAYA BAHAGIA T.T)

Yah begitulah, dua minggu ini banyaaak banget acara kampus. Tadi aja ada debat Calon Ketua Angkatan, besoknya debat Calon Ketua HMM/HMA, besok2nya lagi ada BUMC, ada apa lagiiiii.. waaaaaaaaaaaaaaaaahh~ acaranya banyak sekali. Pengen rasanya ngikutin semua, tapi apa hendak dikataaaa keuanganku tidak mencukupi ~.~ sedih rasanya menerima kenyataan pahit ini. Huahahaha.

Nah, hal inilah yang membuatku tergelitik untuk berpikir "Beginikah kehidupan kampus yang sebenernya? Beginikah sebenernya jadi anak kuliahan?"

Dulu ketika di sekolahan, aku nggak pernah ngeliat acaranya yang "se-lama" ini dan "se-meriah" ini, walopun dulu anak sekolahannya banyak, tapi nggak pernah liat orang-orang yang begitu bersemangat ini. TIAP HARI cuiy, di underline, bold, italic, ada kegiatan terus.. Padahal dulu kalo mau ngadain kegiatan di sekolah aja harus banyak pertimbangan hari-nya. Mungkin inilah yang namanya kebebasan menjadi anak kuliahan. Inilah namanya mahasiswa, orang yang aktif dan kritis yang mewakili semangat anak muda. Inilah yang dinamakan mahasiswa, tonggak harapan bangsa, calon penerus cita-cita negara dengan pemimpin harapannya.

Dan inilah kebahagiaan kampusku. ^^

Aku senang menjadi mahasiswa.





Regards,
R.I

2.5.10

Pendahuluan


Haloo semua.. ^^

Selamat datang di blog baru ku..

Tak kenal maka tak tahu, tak tahu maka tak sayang, tak sayang maka tak mau baca blog ini. Nah, sebagai pendahuluan kali ini, ijinkan aku untuk memperkenalkan sedikit profilku.

Name : Rahayu Iswara
Nick name : Ay/Ayu/Rah/Ra *yang mana aja asal jangan aneh2
Status : College student
Hometown : Padang/ Bukittinggi
Date of Birth : August 26th, 1991

Siip.. sedikit perkenalan singkat. Udah kaya ngisi formulir aja ya? Hho.

Aku anak pertama dari tiga orang bersaudara, dan ketiganya cewe semua. Dirumah, papa-lah yang paling ganteng ^^, sedangkan mama banyak saingan. Adek-adekku semuanya memiliki nama belakang "ISWARA". Satu bagian dari namaku yang paling aku banggakan. Dulu aku pernah bertanya kepada mama:

*A = aku, M = Mama

A : Mam, kenapa sih nama belakang ayu "ISWARA"? emangnya apa artinya?
M: ISWARA itu perpaduan dari nama mama sama papa. IS = nama papa, WA = dari nama mama.
A: Nah terus, RA artinya apa dong?
M: RA itu dari "ASMARA"... hehehe *sambil nyengir dikit

Sepenggal pembicaraan yang tergolong aneh juga menurutku, ternyata begitulah proses pembuatan namaku. Intinya mama itu pengen nama anak pertamanya ada "AYU" nya, dan jadilah namaku "RAHAYU ISWARA".

Aku lahir di Bukittinggi, tapi besar di Padang. Setiap setahun dua kali, aku selalu pulang kampung, tapi sejak SMP akhir aku udah jarang pulang 2 kali setahun. Mama dan papaku asli MINANG, tapi entah mengapa selama aku di Jakarta ini (untuk berkuliah), banyak yang bilang aku bukan orang Minang (Padang). Banyak yang nggak percaya. Pertama, alasan mereka adalah: nama aku kaya nama Jawa! Nah loh? Hehe, iya juga sih.. Namaku aja Ayu, nama lengkapnya Rahayu pula. Itu kan Jawa banget! Alasan kedua, wajahku yang juga wajah Jawa. Emangnya wajah Jawa itu gimana ya? Aku penasaran.

Aku jadi berasa kaya Papa. Papa juga banyak dikira orang Jawa oleh temen-temen kantornya, soalnya logat papa kaya orang Jawa. Hahaha. Padahal kan itu cuma sebagai adaptasi dengan temen-temen kantor yang banyak Jawa. Yah, jadilah aku begini. :D

Mamaku adalah seorang guru Bimbingan dan Konseling di sekolahnya. Yah, keputusan yang tepat sebenernya beliau memilih pekerjaan sebagai guru. Beliau ada sosok guru dan idola yang paaaaaaaaling ideal ^^. Coba aja kalo waktu muda mama memilih jadi model, waaaah ga tau deh kaya apa aku sekarang, bahkan malah yang keluar dari perutnya bukan aku kali ya? hhe..

Papa adalah seorang karyawan sebuah perusahaan BUMN termonopoli se-Indonesia yang berhubungan dengan listik. Hehe. Pasti udah ketebak lah semuanya. Udah hampir 9 tahun ini papa selalu pulang-pergi setiap minggunya ke luar kota, karena memang papa ditempatkan begitu. Sejak dipindahtugaskan ke Riau, sampe sekarang papa nggak pernah kerja di Padang secara menetap. Dan juga kata papa akan susah buat pindah ke padang lagi, soalnya PLN Sumbar-Riau udah cerai (??). Yah, dialah super hero-ku. My best HERO ever!

Adek-adekku adalah orang paling aneh SE-JAGAT RAYA!
Kenapa aku sampe ngomong gitu? Adekku pertama, beda 3 tahun, namanya REZTI ISWARA. Entah sejak kapan deh anak ini berubah jadi orang SUPER JAYUS, SUPER ALAY, dan SUPER LEBHUAAAY! Hobi: nyengir, marah-marah, brisik. Julukan di rumah: MARAWI (sumber: Mama :P) Alasannya dia di panggil MARAWI karena dia suka nyengir-nyengir geje dan juga kalo udah mau cerita yang katanya lucu, pasti dianya duluan yang ketawa gede sambil ceritain, jadinya ceritanya nggak jelas. (FYI, Marawi itu memiliki keterbelakangan mental. Hahaha).

Adek keduaku ini lebih ajaib lagi, beda 12 tahun, namanya RAHMANISA ISWARA. Anak paling tomboy dari semua anak mama. Entah karena dulunya mama pengen anak cowok apa karena ini anak sering maen ama cowok, jadi hobinya ya kaya cowo. Sukanya maen bola, maen sepeda, bahkan hobi manjat. Pernah suatu ketika aku diceritain mama, katanya si anak ajaib ini nekat manjat pagar rumah sendiri pas pulang sekolah (bayangin aja, atribut sekolah: jilbab, kemeja lengan panjang, rok panjang, tas ransel + atribut nggak penting lain yang selalu dibawa pulang). Itu anak kelas 1 SD manjat buat masuk rumah. Ckckck, siapa yang ngajarin sih? Bandel amat deh. Tapi dialah adek paling aku sayang, soalnya dia juga yang paling bisa ngerayu. Bakalan jadi sangat sweet gitu kalo udah ada maunya tapi bakalan super galak kalo udah kesel. (Semuanya juga gitu kaliiii)

Huaaa ternyata pendahuluan ini diisi dengan curhatan seputar keluarga. Well, setidaknya udah kedepannya lagi aku akan sering menulis disini. Aku akan menjadi diriku sendiri, dengan gaya menulisku sendiri. Semoga tulisan ini bermanfaat kelak ^^

Besar harapan penulis agar pembaca memberikan kritik dan saran kepada saya.


Best regards

R.Is ^^