2.9.10

Heboh Menuju Tengah Malem

Okeh, malem ini no idea lagi untuk kesekian malamnya, maka dari itu saya putuskan untuk menuliskan sepatah duapatah kata di blog tercinta ini.

Hemm ngomong-ngomong soal blog, akhir-akhir ini saya labil deh sampe gonta-ganti template untuk kesekian kali. Susah (baca: males) sebenernya ngubek-ngubek gugel buat nemuin template yang pas akhirnya menyerah dengan make template ini. Not bad lah yaa, setidaknya sesuai dengan diri saya haha #ngakak

Nothing special sih hari ini, masih berlanjut dengan program diet gagal saya, alias tidoooor tidoooor. Kemudian ngintip dapur bentar, niatnya mau masak tapi karena ga ngerti mau masak apaan juga balik lagi depan leptop. Wasting time banget kalo dipikir-pikir. Setengah bagian masa liburan saya sayangnya nggak produktif banget. Beda dengan setengahnya lagi yang seru dan sibuk!

Kayanya enakan di postingan kali ini saya bicara sedikit tentang menulis. Yah, belakangan ini saya banyak ngebaca tulisan-tulisan yang luar biasa, sarat makna, dan tak jarang bikin saya nangis. Sampe saya jadi semangat buat nulis dan coba menuliskan sesuatu di dua blog saya. Namanya juga beginner dalam dunia persilatan tulis menulis, tak jarang saya merasa nggak pede dengan hasil tulisan saya. Dan untuk menghibur diri, biasanya saya mengatakan "Kan tiap orang cara nulisnya beda-beda, be your self, Ay". Oke, sedikit banyaknya hal ini dapat menghibur saya lah (ga jadi nangis)..

Menulis bagi pemula yang mencoba-coba seperti saya bukanlah hal yang mudah. Dalam menulis, tak jarang tiba-tiba jadi ngerasa (calon) postingannya ga oke, akhirnya "select all-delete". Sering juga awalnya udah ada ide, tiba-tiba pas ngetik 2 kata, BLANK! Segalanya memang butuh pembiasaan. Bukankah salah satu pepatah mengatakan "bisa karena biasa" dan pepatah Minang juga bilang "lanca jalan dek ditampuah, lanca kaji dek diulang" (CMIIW). Nah jelas sudah, untuk menuju suatu yang lebih baik ga mudah, banyak godaan dan cobaan *ga nyambung tapi bener :D.

Saya akui, yang namanya menulis (yang baik dan dapat diterima banyak orang) itu tidaklah mudah. Untuk bisa menulis, perbanyak membaca. Yap! Baca. Kita bisa banyak belajar bagaimana milih-milih kata, gaya bahasa, dan yang pasti dengan banyak baca, kita jadi punya banyak referensi. Agaknya ini penting, terutama untuk menguatkan argumen (dan juga buat referensi bikin tugas-tugas kampus).

Sekarang mari kita beralih ngomongin buku. Pulang ke Padang tercinta ini saya bawa 4 buku. 2 novel, 2 buku transletan (ga tau istilahnya apaan untuk itu buku). Keempat buku itu adalah:
  1. Rahim (Fahd Djibran)
  2. Padang Bulan dan Cinta di dalam Gelas (Andrea Hirata)
  3. Double Your Brain Power (Jean Marie Stine)
  4. Rich Dad Poor Dad for Teens (Robert T. Kiyosaki)
4 buku inilah yang kemudian saya bawa jauh-jauh pake pesawat pula dari Jakarta (agak didramatisir) dan saya harap akan bisa saya baca selama liburan disini. Apa daya, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, saya baru berhasil "melenyapkan huruf" 1 of 4 :D
Deretan huruf-huruf itu bikin saya ngantuk. Hehe. Akhir-akhir ini saya mulai mengusahakan untuk "mencintai buku", memperbanyak referensi bacaan sekaligus nambah pengetahuan. Tapi banyak godaan (walopun selama puasa katanya syaiton dikurung) buat baca buku-buku ini. Walaubagaimanapun saya akan tetap berusaha teman-teman, doakan saya! #ala Takeshi Castle.

Terussss,, mau share apalagi ya?

Oke, BESOK BELI BAHAN KUE! Lebaran sebentaaar lagiii *sedih ninggalin Ramadhan, masi belom merasa menang*

Semoga terhibur. Saran dan kritik masih ditunggu :D

Arigatou Gozaimasu :D

No comments:

Post a Comment