30.10.11

Kecewa. Boleh kan?

"Ketika berbuat baik, jangan mengharapkan imbalan apapun"
Yak, kata-kata itu harusnya tertanam dengan baik dalam otakku. Tak bisa dipungkiri, siapapun pernah merasakan hal ini: ketika sudah merasa menjadi "suatu bagian penting" dalam diri seseorang / sebuah perkumpulan, dan mau membantu apapun bentuknya saat dia (mereka) kesusahan, sudah berusaha memberikan yang terbaik, tapi ketika kesusahan dia (mereka) malah tidak ada, atau disaat kita sedang berbahagia, dia (mereka) tidak melakukan hal yang sama seperti dia (mereka) memperlakukan orang-orang yang dia (mereka) "sayangi" lainnya.  

Aku bukan malaikat, bukan pula manusia super yang bisa 100% pure memegang teguh kata-kata di atas. Ga munafik, ketika kita udah membantu atau apapunlah itu namanya, aku pun ingin diperlakukan sama seperti kita memperlakukan orang tersebut. Dan saat hal itu tidak terpenuhi, timbullah rasa kecewa. Nah, satu pertanyaanku: Kecewa. Boleh kan?

Aku pun sering melakukan kesalahan-kesalahan, namanya juga manusia. Khilaf memang sifatnya manusia, karena yang sempurna hanyalah Allah. Tapi...

Yasudahlah, di dalam sana aku hanya sebuah pelengkap. Yang lainnya lebih penting. Setidaknya aku masih dianggap. Danke~ :)

2 comments: