Showing posts with label makanan. Show all posts
Showing posts with label makanan. Show all posts

9.1.12

Terus mau makan apa dong?

Sabtu itu hujan, pagi-pagi sudah harus ke kampus untuk make up class Advance Accounting II. Mager (males gerak) banget sebenernya buat datang kelas karena suasana pagi itu super mendukung untuk kembali tidur dan menikmati indahnya Sabtu siang. Tapi berhubungan make up classnya untuk 2 pertemuan, mau ga mau harus bergerak!

Saat break, sang dosen tiba-tiba ngomong tentang makanan-jajanan yang ada di Jakarta. Dimulai dari jajanan gorengan yang katanya di dalam minyaknya udah dicampur plastik biar rasa gorengan menjadi gurih. Berlanjut ke makanan yang diolah dengan menggunakan berbagai macam bahan kimia, seperti borax, formalin, dll. Ada juga makanan yang diolah ditambah dengan karet/ban bekas untuk membuat makanan tersebut semakin alot.

Memang, saat sebelum tinggal di Jakarta, aku sering banget melihat siaran-siaran di televisi yang menyajikan berbagai cara orang untuk survive di Jakarta, termasuk dengan cara-cara tidak halal yang sangat membahayakan nyawa orang lain. That's why dulunya aku bener-bener takut dan bahkan sempat bilang kalo aku ngga akan tinggal di Jakarta. "Jakarta itu menyeramkan".

Es balok yang terbuat dari air sungai/air mentah lah, sambel yang berasal dari cabe-cabe busuk lah, beras yang dicuci dengan air yang tidak steril lah, dan banyak lagi yang kalo benar-benar dipikirkan mungkin kita semua akan sepakat pada kesimpulan: "TERUS, GW MAU MAKAN APALAGI DONG?!".

Ya, semua penjelasan di atas sih rata-rata berlaku untuk makanan yang dijual dengan harga murah atau di tepi-tepi jalan (bukan bermaksud mengeneralize semua jajanan tepi jalan melakukan hal itu). Terutama untuk anak-anak kosan yang pastinya butuh makanan yang mengenyangkan dengan se-low cost mungkin kalo bisa gratis. Haha. Dan kalo mau mendapatkan makanan yang terjamin, 4 sehat 5 sempurna, kita memang harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam lagi untuk makan di resto atau pilihan lainnya: masak sendiri.

Memang, makanan yang dibuat sendiri akan sangat sangat lebih terjamin kebersihannya, kandungan vitamin, mineral, proteinnya, dibandingkan dengan makanan yang telah tersaji dimana-mana (apalagi makanan yang berbahaya tadi). Kita sebagai pengolah makanan pasti akan sangat memperhatikan hal-hal tersebut, karena kita juga yang bakalan makan, ya ga sih?

Dan pada akhirnya, semuanya kembali pada masing-masing orang. Mau makan murah dengan jumlah banyak tapi resikonya terdapat banyak "polusi" dimana-mana. Atau mau makan enak, bergizi, terjamin kebersihannya dengan harga yang setinggi langit. Atau mau makan yang terjamin kebersihannya tapi tergantung pada kemampuan mengolah makanan kita sendiri (alias makan sendiri)?

Semuanya kembali pada anda sendiri. :)