Malem ini iseng kepikiran tentang sebuah virus yang kini menyerang Indonesia dengan sangat menggila. Kenapa bisa virus itu menjalar begitu cepatnya, bahkan seperti menjadi sebuah penyakit yang susah untuk dicarikan obatnya.
Tak disangkal lagi, sudah beberapa waktu belakangan ini industri musik Indonesia diwarnai dengan kedatangan berbagai macam ragam boyband/girlband yang konsepnya ngikut-ngikut K-POP (Korean Pop). Mulai dari yang personilnya 3 orang sampe yang berbelas-belas orang joget-joget di stage. Kreatif memang, tapi (menurutku) kurang berkualitas.
Sebagai seorang yang pernah dijangkiti virus K-POP, aku sendiri merasakan hawa-hawa plagiat yang sangat kental di kalangan artis-artis boyband/girlband di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari segi musik, dance, bahkan ada yang bela-belain menghadirkan orang Korea dalam kelompoknya dan memasukkan segelintir lirik berbahasa Korea. Kreatif memang, tapi itu maksa!
Sebenarnya banyak hal positif yang bisa kita ambil dari industri musik di Korea itu. Dulu, waktu masih jaman-jamannya grup boyband/girlband Korea masih bisa dihitung pake jari, aku sempat benar-benar kagum dengan cara mereka membentuk sebuah grup. Sebelum mereka debut, mereka harus ditraining dulu bertahun-tahun untuk membuat mereka benar-benar berkualitas. Oke, sebut saja para anggota TVXQ, Super Junior, SNSD, dan boyband/girlband lainnya yang harus menjalani rata-rata lebih dari 6 tahun masa training. Dan coba bandingkan dengan grup bikinan Indonesia, yang bermodal "tampang" dan bisa joget-joget dikit ditambah sedikit keberuntungan "musim korea" di Indonesia, yang langsung debut. Secara kasat mata saja dapat dirasakan perbedaan mencolok kualitas keduanya.
Kalau dilihat-lihat sekarang, industri musik Korea pun tak berbeda dengan Indonesia. Sudah banyak grup-grup baru bermunculan dengan range umur yang beragam. Ada yang kelahiran tahun 1997 malah. BIG WOW~
Segala hal tentang Korea memang mampu membuat orang yang melihatnya menjadi addict. Beberapa alasannya menurutku adalah:
- Entertainment (variety show) yang mereka tawarkan adalah sesuatu yang FRESH dan KREATIF. Sebut saja Strong Heart, Family Outing, Running Man.
- Artis mereka enak dilihat, alias ngga ngebosenin. Mungkin hal ini berhubungan dengan paradigma orang-orang sekarang, kalo yang cantik itu adalah yang putih, kurus, cantik kaya orang Asia Timur, dll.
- Film / Serial mereka pun sekarang sudah berbasis teknologi yang canggih. Kebayakan dari film / series mereka menghadirkan berbagai teknologi yang canggih, tak kalah dengan film hollywood.
- Terkhusus untuk series / film romance mereka, mampu mengacak-acak mood penontonnya dengan alur cerita yang (walaupun dimana-dimana sama aja, cowok Korea lebih powerful daripada cewek Korea), tapi mampu membuat jutaan mata penontonnya terhipnotis dengan visual dan alur cerita film tersebut. Kalo romance, bener-bener sweet. Kalo komedi, ya beneran kocak. Kalo action, ya beneran canggih.
Intinya, mereka kalo bikin sesuatu itu ngga setengah-setengah. Mungkin kalo dipikir-pikir, entertainment mereka adalah penyumbang devisa negara nomor 1 kali yah, saking banyaknya mereka melakukan "impor" entertainment ke negara-negara pecandu program mereka.
Akhir kata, walaupun tulisan ini random dan ngga jelas mana yang paragraf utama dan mana yang paragraf penjelas, satu yang ingin aku tekankan: ngga ada yang bisa berhasil dengan cara yang instan. Mungkin kelihatannya, dengan masukin video di YouTube, ditunjang dengan beragam media sosial yang super update seperti saat ini, akan mudah untuk menjadi terkenal dan mendapatkan banyak uang. Tapi semua itu pasti hanya akan sementara, karena taste itu diukur bukan dari kuantitas, tapi dari kualitas.
***SEKIAN ***
pict. source:
here
here again
here again and again


