"Makrab (malam keakraban) itu bisa jadi momen untuk mendekatkan yang jauh loh..."
Proses yang terjadi selama dua hari satu malam di suatu tempat di Puncak, membuat saya semakin sadar bahwa essensi sesungguhnya dari makrab adalah untuk saling mendekatkan. Kalo dibilang itu cuma satu-satunya cara untuk saling mendekatkan, jawabannya pasti tidak, karena ada berbagai macam cara lainnya yang dapat dilakukan. Tapi, bisa dibilang, cara ini efektif, makanya banyak yang memasukkan program Makrab ke dalam program kerja organisasinya dan dikemas dalam bentuk yang berbeda-beda.
Istilahnya, biar akrab itu harus ada "bobok bareng"nya dulu.
Ya tentu saja, kegiatan games, solat berjamaah, diskusi, atraksi, sharing session, refleksi diri, nyanyi bareng, makan bareng, bobok bareng itulah yang kemudian dapat mendekatkan kita. Sekaligus, melalui itu kita dapat melihat lebih jauh bagaimana sisi lain seseorang secara lebih alami.
Yang pasti, jika hanya bergantung pada makrab saja sebagai proses pendekatan, tidaklah mungkin bisa dipastikan nantinya akan tetap terjalin suatu tim yang solid atau organisasi yang kompak. Post-actionnya yang harus dilihat. Ketika input telah ada (anggota baru), proses telah dijalankan (makrab dan berbagai kegiatan lainnya), outputpun akan dapat terlihat seiring dengan berjalannya waktu.
Nah, makanya makrab ini dapat saya katakan sebagai suatu proses PDKT (alias pendekatan).
Happy Monday :)
Salam Damai
8.10.12
6.10.12
Thankful :)
Realize that someone love to read your post, is like swimming in a pool of juice, like fly through the sky freely, and get your unrequited love. Hahaha..
3.10.12
Makna Berantem
MIAPAH BERANTEM ITU BERMAKNA???
CIYUUUS???
CUNGGUH???
Setidaknya itu yang saya dapat tangkap dan jerat hikmahnya dari proses per-berantem-an. Kan segala yang terjadi pasti ada hikmahnya, tentu dong berantem pun ada hikmahnya.
Sering gak sih mengalami yang namanya dicuekin, disinisin, diambekin temen-temen deket? Kalo ada kepanitiaan apa itu suka beda pendapat, trus malah jadinya ngga sapaan beberapa waktu. Semuanya anggap aja namanya BERANTEM.
Nah, sekarang apa sih yang bisa kita dapetin dari yang namanya berantem?
Berantem itu dapat mempererat suatu hubungan.
CIYUUUS???
CUNGGUH???
Setidaknya itu yang saya dapat tangkap dan jerat hikmahnya dari proses per-berantem-an. Kan segala yang terjadi pasti ada hikmahnya, tentu dong berantem pun ada hikmahnya.
Sering gak sih mengalami yang namanya dicuekin, disinisin, diambekin temen-temen deket? Kalo ada kepanitiaan apa itu suka beda pendapat, trus malah jadinya ngga sapaan beberapa waktu. Semuanya anggap aja namanya BERANTEM.
Nah, sekarang apa sih yang bisa kita dapetin dari yang namanya berantem?
Berantem itu dapat mempererat suatu hubungan.
Ops! Jangan langsung menjuruskan ini pada satu topik ya. Hubungan disini bisa macem-macem. Pertemanan, persahabatan, persaudaraan, peranakan (eh). Pokoknya semua hubungan deh. Kita berantem, tandanya ada sesuatu yang tidak sama antar pikiran keduanya, ketiganya, atau kebanyaknya lah. Nah darisana kita jadi tau karakter satu sama lain. Sehingga ketika terjadi crush lain suatu hari nanti, kita udah tau tabiat masing-masing sehingga bisa menjadikan lebih maklum.
Coba nanti suatu saat kalian reunian atau kembali membicarakan masa-masa jadoel, ceritakan masa-masa dulu pernah berantem, pasti jadi ngakak sendiri karena tak jarang kita berantem hanya karena hal yang kecil.
So, kalo loe loe pada sekarang lagi pada berantem, saran saya: ENJOY IT!
Tapi inget satu hal, jangan sampai berantemnya membuat kalian justru bermusuhan untuk seterusnya apalagi kalo sampe tawuran. Nggak gaoel banget!
Keep FIGHTING! :))
1.10.12
27.9.12
Soul?
Semalam, salah seorang teman mengajak saya untuk berbincang-bincang mengenai pekerjaan.. sambil makan.. Akhirnya, kita berdua bolos (setengah) kelas pada malam itu dan melarikan diri ke sebuah tempat makan. Dia pun bercerita tentang kegalauannya akan sebuah pekerjaan. Setelah hampir 1,5 jam brainstrom, beberapa pelajaran yang dapat saya ambil:
1. Manusia selalu tidak pernah puas. Selalu ingin ini ingin itu yang tidak dia miliki.
2. Saat manusia telah mendapatkan sesuatu, manusia selalu ingin sesuatu yang lain. Kebanyakan sih ngomongnya: "Ah, coba kalo gw ada di perusahaan X, pasti gue...". Sedangkan, jika dipikir positifnya sekaligus disyukuri, posisi dia di perusahaan Y tersebut sudah terbilang sangat bagus. Ya itu.. kata-kata "kayanya lebih enak kalo disana deh, bisa begini begini begini begini dan begitu...".
3. Manusia butuh cerita dengan orang lain. Yah, seberapapun keahlian seseorang menyembunyikan suatu masalah pada dirinya, at least dia butuh satu orang yang akan menjadi listeners ataupun backupnya. Karena pada dasarnya, manusia merupakan makhluk sosial yang memang harus berbagi kepada orang lain, baik itu susah maupun senang.
4. Saya suka mendengarkan cerita orang lain. Belakangan saya baru menyadari kalau saya suka berbicara dengan orang yang juga mau berbicara dengan saya. Kalau orang itu tidak memulai pembicaraan, saya pun tidak akan memulai pembicaraan. Kalau pada akhirnya saya memulai pembicaraan tapi tidak digubris atau hanya dijawab dengan "Oooo.." atau "Hahaha.." dan kemudian diam, saya pun tidak akan excited melanjutkan pembicaraan. That's why I love people who talk, and I'll listen :)
1. Manusia selalu tidak pernah puas. Selalu ingin ini ingin itu yang tidak dia miliki.
2. Saat manusia telah mendapatkan sesuatu, manusia selalu ingin sesuatu yang lain. Kebanyakan sih ngomongnya: "Ah, coba kalo gw ada di perusahaan X, pasti gue...". Sedangkan, jika dipikir positifnya sekaligus disyukuri, posisi dia di perusahaan Y tersebut sudah terbilang sangat bagus. Ya itu.. kata-kata "kayanya lebih enak kalo disana deh, bisa begini begini begini begini dan begitu...".
3. Manusia butuh cerita dengan orang lain. Yah, seberapapun keahlian seseorang menyembunyikan suatu masalah pada dirinya, at least dia butuh satu orang yang akan menjadi listeners ataupun backupnya. Karena pada dasarnya, manusia merupakan makhluk sosial yang memang harus berbagi kepada orang lain, baik itu susah maupun senang.
4. Saya suka mendengarkan cerita orang lain. Belakangan saya baru menyadari kalau saya suka berbicara dengan orang yang juga mau berbicara dengan saya. Kalau orang itu tidak memulai pembicaraan, saya pun tidak akan memulai pembicaraan. Kalau pada akhirnya saya memulai pembicaraan tapi tidak digubris atau hanya dijawab dengan "Oooo.." atau "Hahaha.." dan kemudian diam, saya pun tidak akan excited melanjutkan pembicaraan. That's why I love people who talk, and I'll listen :)
24.9.12
21.9.12
Does Karma Exist?
Akhir-akhir ini, isu mengenai karma sedang hangat-hangatnya di otak saya. Hmm, selain karena pengalaman pribadi, juga karena ada satu dosen nyentrik yang menyinggung-nyinggung soal KARMA. Beliau bilang, karma itu ada. Katanya, dia nggak mau menyusahkan mahasiswanya, jadi biar nggak kena karma.
Nah, suatu hari saya berpikir tentang suatu masalah yang mana kesimpulan dari masalah itu adalah: saya kena karma. Lantas, saya berbincang dengan salah satu teman saya lewat SMS. Dia bilang: "Dalam Islam, ga ada yang namanya Karma".
Well, I don't know.. Apakah aku harus percaya atau tidak. Hemm. Masalahnya, ini sudah menyangkut agama, alias keyakinan kepada Tuhan dan takdirnya (rukun iman loh..)
Kemaren-kemaren, masalah yang sama kembali menerpa saya dan akhirnya saya setengah curhat di twitter dengan menulis: "Karma Does Exist". Karena setelah saya berpikir dan menelaah dengan pikiran awam saya, bahwa apa yang pernah saya lakukan di masa lampau, berakibat ke masa saat ini. Saya "menderita" hal yang sama seperti yang saya lakukan dulu. Itulah kemudian saya menyebutnya: Karma. Beberapa saat setelah itu, salah satu teman kampus saya me-reply tweet saya dan bilang yang intinya juga sama bahwa sebagai seorang Muslim, dia nggak percaya adanya Karma, yang ada hanya Allah yang MahaAdil.
Saya kembali berpikir dan jujur, saya masih merasa bahwa karma itu benar ada. Perbuatan yang dilakukan (baik itu buruk atau baik di masa lampau) suatu saat akan terjadi kepada kita. Dan saya sudah merasakan hal tersebut ada. Sampai sekarang, saya masih bertanya-tanya.. "Does KARMA EXIST????"
Nah, suatu hari saya berpikir tentang suatu masalah yang mana kesimpulan dari masalah itu adalah: saya kena karma. Lantas, saya berbincang dengan salah satu teman saya lewat SMS. Dia bilang: "Dalam Islam, ga ada yang namanya Karma".
Well, I don't know.. Apakah aku harus percaya atau tidak. Hemm. Masalahnya, ini sudah menyangkut agama, alias keyakinan kepada Tuhan dan takdirnya (rukun iman loh..)
Kemaren-kemaren, masalah yang sama kembali menerpa saya dan akhirnya saya setengah curhat di twitter dengan menulis: "Karma Does Exist". Karena setelah saya berpikir dan menelaah dengan pikiran awam saya, bahwa apa yang pernah saya lakukan di masa lampau, berakibat ke masa saat ini. Saya "menderita" hal yang sama seperti yang saya lakukan dulu. Itulah kemudian saya menyebutnya: Karma. Beberapa saat setelah itu, salah satu teman kampus saya me-reply tweet saya dan bilang yang intinya juga sama bahwa sebagai seorang Muslim, dia nggak percaya adanya Karma, yang ada hanya Allah yang MahaAdil.
Saya kembali berpikir dan jujur, saya masih merasa bahwa karma itu benar ada. Perbuatan yang dilakukan (baik itu buruk atau baik di masa lampau) suatu saat akan terjadi kepada kita. Dan saya sudah merasakan hal tersebut ada. Sampai sekarang, saya masih bertanya-tanya.. "Does KARMA EXIST????"
13.9.12
Dear Super Obsess Friend
Postingan ini pertama-tama saya tujukan teruntuk teman saya yang obsesi sekali dalam meng-apply pekerjaan kemana-mana tanpa berpikir akibatnya.
*loh? kenapa nge-apply harus mikir-mikir akibat? toh nge-apply doang..
When you have an ability or a gift from God, such as: encer-brain, highest GPA in class or in campus, then you have to use it WISELY. Why wisely? Because you may hurt everybody, who have lower ability than yours, who have lower GPA than yours, who really want to get a work/ an internship, then the chance will close because of you.
Yah, intinya. Jangan terlalu terobsesi lah ya. Melamar sana sini, tujuannya buat mengisi waktu menjelang waktu magangmu di perusahaan bonafit di dunia? Or just killing time, because you may be bored because of waiting? Or, to proof the world that you're awesome?
Oh please dear, use your brain, use your HEART. Think wisely.
Banyak temen belom dapet kerjaan/magang. Berikanlah mereka kesempatan. You know, because of you, kesempatan mereka jadi pada tertutup karena IP mereka di dibawah you dan jadinya mereka ga terlirik sama sekali.
Ya, itu derita lo!
Ya menurut lo?
Sukses sendirian, ga ada gunanya. Sukseslah bareng-bareng, itu lebih berasa dan bermakna.
Hidup lo ga cuma sendiri, hidup lo juga dikasi Tuhan buat tenggang rasa dan saling membantu sesama.
Terima kasih :)
#nooffense
*loh? kenapa nge-apply harus mikir-mikir akibat? toh nge-apply doang..
When you have an ability or a gift from God, such as: encer-brain, highest GPA in class or in campus, then you have to use it WISELY. Why wisely? Because you may hurt everybody, who have lower ability than yours, who have lower GPA than yours, who really want to get a work/ an internship, then the chance will close because of you.
Yah, intinya. Jangan terlalu terobsesi lah ya. Melamar sana sini, tujuannya buat mengisi waktu menjelang waktu magangmu di perusahaan bonafit di dunia? Or just killing time, because you may be bored because of waiting? Or, to proof the world that you're awesome?
Oh please dear, use your brain, use your HEART. Think wisely.
Banyak temen belom dapet kerjaan/magang. Berikanlah mereka kesempatan. You know, because of you, kesempatan mereka jadi pada tertutup karena IP mereka di dibawah you dan jadinya mereka ga terlirik sama sekali.
Ya, itu derita lo!
Ya menurut lo?
Sukses sendirian, ga ada gunanya. Sukseslah bareng-bareng, itu lebih berasa dan bermakna.
Hidup lo ga cuma sendiri, hidup lo juga dikasi Tuhan buat tenggang rasa dan saling membantu sesama.
Terima kasih :)
#nooffense
Subscribe to:
Posts (Atom)