30.8.10

Sebuah Pelajaran

Tiba-tiba malem ini saya teringat akan blog yang sudah lumayan lama tidak diapa2kan, dan saya berniat untuk mengapa2kannya malam ini (haha). Sampai terpikirlah sebuah ide untuk menuliskan sesuatu yang sebenernya sudah ada di otak sejak lama. Oke, ga usah lama lama let's cekidot!

Jadi cerita bermula ketika saya melihat acara Pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih alias upacara 17-an di Istana Negara lewat TV di rumah. Entah mengapa ketika 17-an, satu-satunya acara yang tidak ingin saya lewatkan adalah siaran upacara tersebut. Intinya sih ingin melihat "canggih"nya para Paskibraka Nasional itu dalam menjalankan tugas mulia mereka. Dari dulu sampai sekarang saya selalu IRI setiap melihat mereka berjalan dengan wibawa, penuh percaya diri, dan pastinya rasa bangga yang luar biasa membawakan (duplikat) bendera pusaka, mengibarkan dan (serta sorenya) menurunkan. Setiap tahun dengan gerakan yang sama, urutan yang sama, warna baju yang sama, hanya wajah-wajahnya saja yang berbeda, tapi saya tidak bosan. Hmm, saya jadi berpikir apa dengan sedikit kontribusi saya dalam mengganti channel TV untuk melihat upacara ini saya dapat dikatakan memiliki rasa nasionalisme? Haha mungkin baru 1/1000000000000 dari total nasionalisme yang ada.

Lanjut, hal lain yang menarik dalam acara ini adalah "Andhika Bhayangkari". Mengapa ini begitu menarik bagi saya? Alasan pribadi sebenarnya. Karena dulu saya pernah tergabung dalam grup band SD dan setiap pagi seninnya (setiap upacara bendera) hal yang satu ini pasti dimainkan. KOK?? Karena saya masuk SD dibawah yayasan tentara (lupa istilahnya). Pokoknya orang menyebutnya SD tentara (bukan SD-nya para tentara loh ya..)

Next, inilah salah satu sisi lain yang membuat saya begitu antusias nonton upacaranya. Sesi Paduan Suara. Dari dulu sampai sekarang selalu tertarik dengan seni suara, terlebih sejak kuliah ini saya masuk ke sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKMa) di kampus, yaitu Paduan Suara dan saya mulai mengerti keindahan "pecah-pecah" suara. Maklum dulu semasa SMP dan SMA, paduan suaranya masih "satu" suara. Oke curhatnya pending, lanjut! Nah disana yang tampil setiap tahunnya adalah Paduan Suara Gita Bahana Nusantara. Wooow~ Dari namanya saja sudah WOOW terlebih melihat penampilannya. Sampai-sampai kami (saya dan anggota paduan suara lainnya) memenuhi timeline twitter dengan tweet tweet mengenai paduan suara. GOOD JOB! *standing applause*

Gita Bahana Nusantara membawakan medley lagu daerah, kemudian lanjut lagu-lagu lainnya termasuk lagu Syukur dan lagu ciptaan SBY (aah~ maaf saya lupa judulnya, ingatan saya bermasalah belakangan ini). Nah mulailah disini perdebatan muncul. Perdebatan macam apa? Cekidot lagi..

Ada yang mencacinya karena karyanya itu, hmm maksud saya, "nya" itu adalah Bapak Presiden dan "karya" adalah lagu ciptaannya. Mereka mengatakan, "ngurus negara aja belom beres" lah, apa lah, ini lah, itu lah. Hmm inilah salah satu hal yang saya tidak setuju. Bukan karena saya adalah salah satu orang yang memilih beliau di pemilu dulu, bukaaaan. Tapi ini lebih ke alasan psikologis. Haha tau apa anak ekonomi dengan ilmu psikologi?

Bagi beberapa komentar cacian, saya memberikan pandangan tidak setuju. Menurut apa yang saya yakini benar sampai detik saya menulis blog ini, ya wajar-wajar saja jika beliau membuat lagu. Ada yang salah? Oh, masalah negara masih banyak. Ok, saran saya tampung. Oh, hanya mencari sensasi. Ok, saya tampung lagi. Oh, mentang-mentang jadi presiden, biar albumnya laku. Haha, saran anda masih saya tampung. Nah, mari dengarkan pendapat saya. Ada 2 pilihan untuk anda, terima (boleh dg tambahan kritikan dan saran) atau abaikan (sama sekali tidak setuju atau tidak peduli).

Seseorang memiliki cara yang berbeda untuk mengungkapkan apa yang mereka ingin sampaikan kepada orang lain. Setiap orang juga memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda dalam segala hal, dan tidak ada yang sama persis, walaupun dalam bidang yang sama. Nah, jika kini kita melihat pada diri kita sendiri. Ketika kita menghadapi keadaan stress dalam menghadapi masalah, apa yang akan kita lakukan? Yap! Mencari cara untuk refresh, menyegarkan otak, mencari hal-hal yang akan membuat kita sejenak melupakan masalah itu. Caranya banyak, bisa dengan mendaki gunung, menulis puisi, mendengarkan lagu, dan salah satunya ya itu, menulis lagu. Mari kita posisikan diri kita sebagai seorang presiden. Waaah, begitu banyak tuntutan masyarakat, beban 230juta manusia Indonesia di pundak seorang presiden. Mungkin hampir setiap detik adaaa ada saja keluhan masyarakat ini. Kapan beliau punya waktu itu refresh itu? Ya salah satunya ketika waktu senggang, dengan membuat lagu.

Beliau punya bakat, dan terbukti kan? Sudah berapa lagu-lagu karangan beliau yang dinyanyikan dan sampai membuat kita pendengarnya merinding?

Lagi-lagi ini hanyalah pemikiran mentah-mentah saya. Bukankah kita bisa berbangga memiliki presiden yang memiliki bakat yang luar biasa? (mengapa saya katakan luar biasa? karena saya saja belum tentu bisa membuat karya yang sebaik beliau). Jadi, dapat saya simpulkan bahwa setiap orang berhak untuk memiliki bakat dan kemampuan dibidang apa saja, dan bebas untuk menyalurkannya dalam bentuk apapun (asal tidak anarkis) dan mari kita menghargai karya-karya mereka dengan tetap berkarya. :)

Belajar bagaimana menghargai memang tidak semudah pengucapannya, bahkan sayapun masih belajar untuk itu dan sering juga gagal. Tapi apapun itu, setidaknya ini bisa dijadikan motivasi untuk saya dan untuk anda sekalian untuk tetap belajar dan belajar.

17.7.10

Ilmu, Ilmu, Ilmu

Hemm, apa yang akan saya lakukan dengan judul di atas?
Ya, sudah pasti akan membahasnya. ^_^

Pagi ini saya membaca beberapa artikel dari beberapa situs di dunia maya, melihat beberapa video yang luar biasa, dan mendengarkan beberapa lagu yang asik (penting ga siih?). Bukan itu intinya, ada baiknya langsung ke topik pembicaraan.

ILMU.
Menurut definisi singkat saya, ilmu ada segala sesuatu yang dapat menambah pengetahuan. Ada ilmu kedokteran, sudah pasti akan membahas tentang kedokteran dan dapat menambah pengetahuan siapa saja yang mempelajarinya. Ilmu akuntansi, ilmu konmputer, ilmu teknik, ilmu komunikasi, dsb. Ilmu itu amat luas jangkauannya dan siapapun bisa mendapatkannya kapan pun dan dimana pun mereka inginkan. Tidak hanya tertulis, segala sesuatunya di dunia ini dapat dijadikan ilmu. Misal saja, melihat semut yang "bersapaan" ketika berjalan, bisa menambah ilmu kita, ilmu persaudaraan. Semut aja bisa, mengapa kita manusia yang katanya dilebihkan akal fikiran oleh ALLAH tidak bisa lebih baik? :)

Sebenarnya kali ini yang ingin saya bahas adalah tentang "kecenderungan ilmu" yang banyak dipelajari oleh orang Barat sana. Mengapa saya katakan "kecenderungan ilmu"? Teman-teman jika pernah membaca artikel pengetahuan atau penemuan, misalnya tentang nyamuk, kera, semut, dan lainnya pasti sering menemukan nama orang-orang Barat bertengger disana. Ya ketua peneliti inilah, atau ahli bidang itulah, Bahkan jika sekilas kita lihat, hal yang mereka teliti itu adalah hal-hal yang keseharian kita abaikan keberadaannya dan tak pernah terpikirkan untuk diteliti sedemikian rupa.

Sempat terpikir oleh saya, mengapa orang Barat sana begitu antusias dengan hal-hal yang diluar dari kebiasaan orang-orang? Lebih memilih bidang-bidang yang tidak seperti kebanyakan dipilih oleh orang Indonesia. Ya, mohon maaf jika pengetahuan saya terbatas, tapi pernah kan membandingkan bidang apa yang lebih diminati oleh orang-orang Indonesia dan diminati oleh orang-orang Barat?

Begitu banyak penemuan-penemuan masa kini ditemukan oleh ahli-ahli dari negara Barat sana. Misalnya ketika melihat siaran National Discovery Channel, mereka dengan berani melakukan eksplorasi kemana-mana untuk menggali hal-hal baru. Menantang maut untuk meliput kejadian ledakan gunung api. Berkelana kemana-mana untuk menemukan species ular baru. Menyelam untuk mengetahui bagaimana kehidupan bawah laut. Bahkan di artikel yang baru-baru ini banyak dibicarakan, ada ahki-ahli yang meneliti "Lebih duluan mana, telur atau ayam?". Sungguh hal yang luar biasa. Padahal kita selama ini hanya menjadikannya sebagai lelucon, dan ternyata jauuuuh diluar sana, mereka dengan rasa penasarannya meneliti hal ini bahkan dengan menggunakan alat-alat super canggih. Subhanallah.

Kita tak bisa menghindari kenyataan bahwa kita amat bergantung pada negara Barat sana dalam segala. Coba saja bayangkan, jika semua orang di dunia ini tidak memiliki rasa ingin tahu seperti mereka, tidak cekatan seperti mereka, akan jadi apa dunia ini?

Sekali lagi, ILMU. ILMU. ILMU.
"Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai liang lahat"
Akankah itu hanya sekedar kata-kata???

15.7.10

Kelulusan, Harapan, Keluarga

Tulisan ini saya buat setelah melihat foto kelulusan (wisuda) dari salah seorang teman saya di Padang. Beliau telah berhasil menamatkan perkuliahannya dengan baik, dan telah di wisuda tanggal 26 Juni 2010 lalu. Beliau baru saja meng-upload foto-foto wisudanya bersama keluarga. Alangkah senangnya melihat pancaran kebahagiaan dari raut mukanya dan keluarga. Hal ini menggelitik saya untuk menulis dan menuangkan apa yang kini saya pikirkan.

Satu hal yang sangat mendasar saya lihat dalam kumpulan foto tersebut adalah bagaimana kebahagiaan orang tua beliau ketika hari kelulusan (wisuda) tersebut. Satu kebahagiaan tersendiri dimana seorang anak kebanggaan orang tua telah berhasil menamatkan bangku perkuliahan dengan baik dan dengan hasil yang memuaskan. Sungguh suatu hal yang luar biasa jika kita berhasil memberikan kebahagiaan tiada tara kepada kedua orang tua kita, ketika mereka bisa menyaksikan kita memakai toga, ketika kita maju ke podium dan menerima tanda kelulusan. Subhanallah,, jangankan mengetahui bagaimana BANGGAnya kedua orangtua kita, kita saja yang lulus akan merasa sangat bangga, bukan??

Moment kelulusan seorang anak adalah suatu hal yang dinanti-nantikan oleh orang tua kita. Mereka pasti akan sangat bangga dan bahagia saat menyaksikan kita telah berhasil mendapatkan gelar , S.E atau ,S.H dsb. Beliau akan senang disaat kita telah berhasil memiliki pekerjaan, apa itu menjadi intrepreneur atau entrepreneur, disaat kita telah berhasil dengan pekerjaan kita itu dan memiliki penghasilan sendiri. Subhanallah,, nggak kebayang sebahagia apa orang tua pada saat-saat demikian.

Jika memikirkan hal-hal semacam ini, pastilah kita akan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi, dan membahagiakan kedua orangtua kita. Hahaha, tiba-tiba saya menjadi teringat akan nilai semester 2 yang baru saja keluar. *huft~*

Keputusan untuk melepas anak pertama mereka ke "negeri orang" ini pastilah bukan merupakan hal yang mudah bagi orang tua saya. Saya adalah putri pertama mereka, harapan mereka, contoh untuk adik-adik, seorang yang dipundaknya ada harapan untuk menjadi orang yang sukses yang dapat mengangkat nama keluarga dan bisa menjadi orang kebanggaan di keluarga. Kalo dipikir-pikir tugas saya berat juga ya? Terlahir dalam sebuah keluaga sederhana yang hangat. Kami belum punya dokter, kami belum punya arsitek, kami belum punya ilmuwan-ilmuwan handal. Maka dari itu, banyak harapan tertumpu pada kami, sang penerus.

Lagi-lagi masalah nilai, kewajiban, tanggung jawab, harga diri, dan kebahagiaan orangtua. Begitu banyak sebenarnya yang harus dipikirkan dan diintrospeksi, terutama tentang nilai semester ini *kaaaann,, keinget lagi, capek deeeeeh :(

Hemm,, baiklah kalo begitu sudah saya putuskan, karena sekarang tidak ada tuntutan kelas akselerasi lagi, seperti saat awal saya di kampus ini, jadi saya putuskan untuk memakai metode papa. "Biarlah nilainya naiknya gak langsung naik drastis. Ini udah permulaan yang bagus. Usahakan setiap semester naik. YANG PENTING GRAFIKNYA NAIK, JANGAN SAMPE TURUN" siip! InsyaALLAH, semester 3 harus lebih semangat lagi. Saya tahu kemampuan saya lebih dari apa yang saya capai sekarang. Saya terjebak dalam kemalasan dan pikiran yang acakadut. Tapi kini tidak lagi, tidak akan lagi.

Semester 3 menanti di depan mata. Saya harus bisa lulus tepat waktu dan dengan nilai yang baguuuus seperti teman saya yang lulus itu. Saya harus bisa menjadi anak pertama yang sukses, saya harus menjadi kebanggaan keluarga besar saya, dan saya harus bisa menjadi contoh yang baik untuk adik-adik saya. SEMANGAT!!! :)

13.7.10

Dia, Muslimah!

Banyak hal yang terpikirkan ketika saya bertemu dengan satu lagi sosok yang saya kagumi. Bisa jadi beliau adalah orang kedua (setelah yang pertama di post sebelumnya) tetapi dua perempuan luar biasa ini memiliki sisi-sisi yang berbeda untuk dikagumi.

Mengapa harus beliau? Apa kelebihannya sampai saya mengaguminya?

Yap! Nice question.
Mungkin memang perkenalan saya dengannya bisa terbilang baru. Saya mengenalnya selama masa perkuliahan di kampus ini. Perkenalan itupun bisa dibilang belumlah mencapai waktu satu tahun. Tapi saya berani menyatakan diri menjadi FANS-nya.

Tutur katanya yang santun, cara berbicara, cara berpakaian, kedewasaan, kebijaksanaan, rasa kasih sayang, perhatian. Oh My! Mungkin jika ada pengkategorian muslimah sejati, beliau adalah orang pertama yang saya rekomendasikan. Sebenarnya jika dilihat lebih dalam dan lebih teliti, masih banyak yang bisa dibilang lebih dari beliau, termasuk beberapa orang teman-teman saya di seberang pulau sana. Tapi beliau adalah sosok yang berbeda. Benar-benar berbeda! Saya jamin!

Sempat suatu kali saya mendengar sedikit pembiacaraan beliau dengan temannya (bukan nguping loh yaaaa), tutur katanya hanya sederhana. Dia memberikan penghiburan kepada sang sahabat dengan kata-kata yang bijaksana dan saya tahu, takkan semua orang akan mengeluarkan perkataan seperti itu. Jangankan sahabatnya yang mendengarkan, saya saja yang tidak tahu apa-apa tentang pembicaraan mereka merasa sangat teduh dengan tutur kata dan bahasa beliau. Subhanallah~

Saya juga pernah secara diam-diam dan tidak ketara memperhatikan bagaimana cara beliau bergaul dengan teman-temannya. Dia memang sering "di-ceng-ceng-in", dia jawab dengan nada gurauan juga, tapi sama sekali tidak menyakitkan. Saya sendiri belum pernah melihat dia yang tertawa ngakak dan super kenceng. Benar-benar sederhana dan apa adanya. Dia selalu merendah (bukan rendah diri) terhadap apa yang dimilikinya. Sikapnya yang demikian membuat saya sering kali berpikir: "Sungguh beruntung lelaki yang mendapatkannya kelak. Beliau insyaALLAH akan bisa dan sangat bisa menjadi istri dan ibu yang baik dalam keluarganya kelak". Berkali-kali pikiran itu datang dan pastinya akan selalu diakhiri dengan: "Aku ingin menjadi seperti dia".

Jika sosok sebelumnya saya kagumi karena outer beautynya, sosok yang satu ini benar-benar memikat saya dengan inner beautynya. Sekali lagi, saya mendoakan beliau mendapatkan sesosok pria dengan ketampanan luar dalam, karena "perempuan yang baik adalah untuk lelaki yang baik".

Subhanallah, ALLAHUAKBAR!

Beruntung saya pernah bertemu dengannya. Semoga akan tetap bisa menjadi motivasi untuk saya agar bisa menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu. ^_^



*R.I*

11.7.10

Untitled

Sudah cukup dengan semua tindakan basa basimu
Jika kau memang tidak suka, katakan TIDAK!
Jika memang kau tak ingin aku menganggu, katakan PERGI!
Aku akan pergi
Tak perlu dengen membunuhku secara perlahan
Tak perlu dengan segala sifat cuek

Tak usah kau beri penghiburan
Tak usah kau beri harapan
Aku muak!

Tidak akan pernah ada ikatan persaudaraan
Tidak usah pedulikan aku
Mungkin jika suatu saat aku menghilang dan tak kembalipun tak kan ada yang mencari
Tak usah, tak perlu, cukup ini yang terakhir
Jika kau bisa merasakan, silakan rasakan apa yang detik ini aku rasakan
Ini adalah tangisan terakhir
Sudah cukup!

Semuanya sudah jelas
Pergilah kau kemana kau inginkan
Aku akan mencari jalanku sendiri
Aku akan keluar dari segala pikiran bodoh ini
Aku akan mencari apa yang aku inginkan
Dan tolong katakan: PERGI!!!

10.7.10

S.I.P

Here I am.
Nothing to do, don't have any idea.

Mengapa seakan kehidupan ini berbeda.
180 derajat?
Ya, sebanyak itu, sejauh itu.
Inikah perubahan yang baik?
Sepertinya tidak.

Terlalu banyak campur tangan, terlalu banyak kemuakan.
Disana, disini, dimana-mana.
Terkadang lelah tapi beginilah hidup, harus berpandai-pandai.
Ada saat dimana kejenuhan memenuhi seluruh jiwa dan pikiran.
Saat itulah akan banyak timbul keluh dan perasaan kesal.
Segalanya serba salah.
Benar bukan?

Kemana perginya semua semangat dulu?
Apakah semuanya telah terserap oleh polusi Jakarta?
Kemana perginya segala harap?
Apakah semuanya telah tertutupi oleh gedung-gedung tinggi kota ini?
Terlalu egois memang untuk menyalahkan orang lain.
Tapi apa yang harus dilakukan?
Dan bahkan tak ada semangat yang terlihat.
Sesuatu yang telah menjadi sumber semangat kini telah menghilang.
Biarkan, saya tidak peduli!

Dan beginilah hidup.
Akan selalu begini, jika tidak diubah.
Terlalu lelah untuk selalu begini.
Akankah bulan itu datang dan membersihkan segalanya?
Rindu akan segala ketenangan jiwa.
Rindu akan pikiran yang nyata dan tak mengada-ada.
Rindu akan kerendahan hati dan kemurahan senyuman.
Segalanya hilang, seiring hilangnya bintang.
Tapi biarkan, saya tidak peduli!

Cukup.
Saya ingin pulang!

18.6.10

Gak Lagi Lagi

Hiks,,
inilah yang dinamakan NASIB.
Terkadang apa yang diucapkan akan menjadi senjata yang luar biasaaaaa..
Mengapa semuanya harus begini.
Argh, kesalahan sendiri membuat ku sakit hati.
Ga mau lagi-lagi ngomong sembarangan, ga mau lagi-lagi.
Sudah cukuplah sakit ini.
Sudahlah, mungkin akan ada yang terakhir.
Dan mungkin itu akan jadi terakhir.
Harus tetap semangat!
Masih panjang, masih banyak kesempatan.
Kenyataan ini sungguh memilukan :((

14.6.10

SHOCKIN' GERMANY



YEAAAAHHH,, that's my TEAM!

Malem ini sungguh sungguh senang,, pagi dink lebih tepatnya. Rekor yang masih dipertahankan sejak 1990, tak terkalahkan di pertandingan perdana ^__^

Ga nyesel bela-belain ga tidur demi Germany, ga nyesel nonton bola sampe harus ngungsi ke kamar Syita demi Germany, ga nyesel kena marah ama Ica gara-gara heboh demi Germany. Dan mereka memberikanku penghiburan luar biasa:
- Lukas Podolski (10) cetak gol di menit ke 8
- Miroslav Klose (11) cetak gol di menit ke 26
- Thomas Muller (13) cetak gol di menit ke 67
- Claudemir Jeronimo Barreto a.k.a Cacau (??) cetak gol di menit ke 69

Wooow luar biasa,
dua gol pertama pertanda bulan dan tanggal kelahiran: 8 dan 26
Aw aw aw :)
That's why i really love Germany, selalu bisa bikin kejutan! :)

Tambah lagi Man of The Match-nya si Mesut Ozil (8). Ya ampyuuun,,
4 gol ini benar-benar menghiburku.. Thanx berat Germany :)

Semangat Germany,, always support you all :)