2.3.16
Allah Maha Baik
Tepat hari ini tadi pukul 19.49, terjadi sebuah gempa yang berkekuatan cukup besar di daerah perairan Sumatera bagian barat. BMKG pun memberitahukan bahwa pusat gempa berada sekitar 600-an km Barat Daya dari Kep. Mentawai. Sontak hal ini membuat warga kotaku, Kota Padang, berhamburan keluar rumah meski gempa tak begitu terasa. Kepanikan mulai terlihat saat para keluarga yang panik, memilih untuk meninggalkan rumah dan memilih untuk mengungsi. Pemandangan yang mencekam memang, ditambah lagi dengan peringatan bahwa ada potensi tsunami dari gempa besar tadi. Tapi syukurlah, tak lama peringatan tersebut dicabut dan sudah disiarkan di beberapa media elektronik. Walau demikian, masih saja ada media elektronik (TV) yang masih menyiarkan berita HOAX, I guess you know what it is.
Lalu, kenapa gempa, kepanikan, suasana mencekam itu justru membuat saya mengatakan Allah Maha Baik? Bukankah saat itu Allah sedang murka?
Setelah dipikirkan dengan matang, sudah 20-an tahun saya tumbuh besar di Padang, satu hal yang tak pernah berubah adalah pola pikirnya. Mereka masih (dan semoga selalu begitu) memegang teguh agama Allah. Ya, terlepas dari banyak juga kawula muda yang masih "bandel". Tapi coba kembali direnungkan, berkali-kali Padang (Sumbar umumnya) terkena bencana, mulai dari gempa, gunung meletus, kabut asap,, semuanya terjadi tapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap percaya dan berbaik sangka kepada-Nya. Bukannya mereka menjauh, malah mereka semakin berusaha mendekat.
Mungkin itu yang membuat Allah sangat sayang kepada kotaku itu. Saat mereka mulai sedikit lengah, Allah "menyapa" lagi melalui cara-nya: kabut/ gempa/ banjir, dll. Bukan! Itu bukanlah murka. Jika melihat sisi satunya, betapa banyak cobaan yang diberikan kepada kota Padang, tapi tetap saja kota indah itu masih kokoh dan "ajaib" sampai saat ini. Betapa banyak yang memprediksi dari tahun-tahun lalu kalau kotaku umurnya takkan panjang dan akan "menyusul" Aceh, buktinya masih tetap ada hingga saat ini walau jika dilihat dari bukit tertinggi, Padang berada 'slightly below the ocean'.
Atas kuasa siapakah itu semua? Allah swt!
Maka dari itu, wahai umat manusia. Jika daerahmu masih adem-adem saja, tidak diberikan cobaan oleh Allah, berpikirlah apa yang salah. Apakah masih tetap bertahan dengan segala maksiat itu?
Semoga Indonesia selalu kuat menghadapi segala tantangan dari dalam maupun luar negeri, serta dari ujian-ujian dari Illahi. Semoga rakyat Indonesia bisa sadar, bahwa banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki keadaan dibandingkan hanya berada di depan laptop dan debat kusir hingga merasa paling benar saat berdiskusi di forum.
Sukses untuk kita semua. Selamat beristirahat. Allah Maha Baik :)
13.1.16
#WednesdaySpecialMorningPrank
Pagi ini saatnya follow up beberapa kerjaan ke auditee (maklum, pekerjaan saya sebagai auditor). Sudah ditelpon berkali-kali tapi hanya dijawab dengan 2 jenis jawaban:
1. "Maaf, nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan..."
2. "Maaf, nomor yang anda hubungi sedang dalam perbaikan..."
"Yaudah deh, nelpon mama aja", ucap saya dalam hati. Kemudian memencet nomor handphone Mama. Tak lama, diangkat. Ide jahil langsung menggerogoti kepala. Saya langsung beraksi dengan pura-pura menjadi semacam orang asuransi yang sedang menawari produk. Bertanya tentang kesehatan, bahkan beberapa hal pribadi mengenai status kesehatan terbaru sang Ibu-ibu ini. Dan dengan polosnya, si Ibu ini malah menjawab bahkan menjelaskan kenapa bisa menjadi sakit, dan obat apa yang sudah dikonsumsi, kenapa tidak ke rumah sakit.
Di tengah si Ibu bertanya, "Ibu tau nomor saya dari siapa ya?", kembali dengan jahilnya saya menjawab: "oh, dari saudara Rahayu", dan lagi dengan polosnya si Ibu tersebut tetap larut dalam buaian pertanyaan-pertanyaan si bocah jahil ini. Sampai akhirnya pembicaraan ditutup dengan kata-kata "Iya, terima kasih juga, Buk" kepada saya dan saya semakin yakin: "MAMA NGGAK NGEH YANG NELPON GUE!" Yes!!! Hahahaha..
Tidak sampai 2 menit kemudian, dari smartphone saya muncul telepon dari si Ibu tersebut, alias Mama, alias korban kejahilan pagi ini. Dengan sedikit panik, Mama bertanya:
Mama : Ay, tadi barusan ada yang nelpon mama dari Ad***, tau dari mana ya nomor mama?
Saya: (sambil ngakak) Itu Ayu maaaaam (ngakak lagi)
Mama: (silent sesaat) Owalaaah mama pikir orang dari Ad*** Peduli. Tau-tau nanyain kesehatan mama.
Saya: (masih ngakak sampai akhir pembicaraan).
Begitulah pagi ini begitu menarik. 1-0 buat Mama! Yuhuuuu~
Kapan lagi kan ngerjain sang Mama yang lagi sibuk kerja :)
Sehat selalu yah Mamaku sayang, maaf belum memberi kabar beberapa hari belakangan. I love you :*
10.1.16
HELP!
HOT topic belakangan di Path, Facebook, dan sosial media lain yang saya punyai yaitu ada seorang teman komunitas yang sudah meluncurkan sebuah novel fiksi. She's so amazing! Ok, she's a girl. Saya mengenalnya di sebuah komunitas buku dan memang dia seorang jurnalis dan pemerhati anak serta lingkungan. Banyak kontribusinya terhadap anak-anak, ibu-ibu bahkan remaja galau seperti saya dalam menumbuhkembangkan minat baca. Nah, singkat cerita beliau kemaren mengumumkan bahwa buku pertamanya telah terbit. Sampulnya ciamik, biru putih - kombinasi warna kesukaan saya.
Deg!
Tiba-tiba sesosok harimau menghampiri. No, bukan. Salah fokus. Tiba-tiba sebuah pemikiran menghampiri. "Aku juga ingin seperti dia!!" Bukan, bukan terkenalnya. Saya ingin memiliki sebuah karya yang dapat menginspirasi diri sendiri minimal, dan masyarakat Indonesia, medium, serta seluruh dunia (super maksimal). Tapi, hal terbesar hambatan dalam diri saya adalah saya cenderung kurang percaya diri. Kurang percaya bahwa saya bisa untuk melakukannya, menaklukkan ketidakpercayaan diri itu sendiri.
Makanya, pada postingan kali ini saya meminta tolong kepada siapapun yang pernah mungkin mengikuti postingan saya, membaca beberapa pemikiran yang saya tuangkan di dalamnya; jenis tulisan apa sih yang cocok buat saya?
Motivasi? Pengembangan diri? Ilmiah? Curhatan kosong? Fiksi anak-anak? Song writer? Script writer?
7.1.16
Welcome 2016
![]() |
| Source: http://quotes.wishbowl.org/dreams-quotes.html |
5.7.15
3.7.14
Indahnya Islam, Indahnya AlQuran
Bulan penuh ampunan, bulan latihan, ajang memupuk pahala sebanyak-banyaknya..
Pagi ini, saya membuka newsfeed facebook, scroll kebawah terus hingga akhirnya saya penasaran dengan sebuah link youtube yang terpampang disana kira-kira berjudul Bocah 5,5 tahun hafal 29 juz AlQuran. Saya penasaran, saya langsung lihat videonya.
Musa, namanya, seperti anak kecil lainnya, gigi bagian depannya ompong (hehe) yah usia yang memang masih bertumbuh. Sepertinya anaknya pemalu. Tapi di otaknya tersusun rapi ayat-ayat Allah. Penasaran, Musa diuji oleh juri serta beberapa orang penonton. Ayat dibacakan secara acak, namun dia bisa untuk melanjutkannya dengan lantang dan yang paling bikin merinding adalah dia juga bisa membacakan alQuran dengan tajwid dan harkat yang pas!
Teringat dulu saat masih di Padang, masih ngaji dan pesantren Ramadhan. Mau menghafal satu ayat saja, susahnya minta ampun. Juga waktu masih sekolah, pelajaran agama Islam disekolah ada uji hafalan ayat. Banyak yang masih terbata-bata bahkan untuk membaca AlQuran nya sajapun masih terbata-bata pula.
Malu..
Sangat malu rasanya, diusia yang sudah kepala 2, sudah berapa ayat yang dihafal?
Kembali lagi ke Musa dan video tadi, satu hal yang membuat saya sangat terenyuh adalah statement dari salah seorang juri yang mengatakan bahwa penghafal alQuran dimuliakan Allah. Bayangkan! Allah saja memuliakan, sudah seharusnyalah manusia juga memuliakan.
Sahabatku seiman, malu gak sih rasanya kita di dunia ini sibuk untuk mengejar pujian manusia, padahal setinggi-tingginya pujian bukanlah dari manusia, melainkan dari Allah swt. Dan para penghafal alQuran ini dipuji oleh Allah.
AlQuran adalah satu-satunya kitab suci yang "hafal-able", seragam di seluruh dunia isinya, bahkan Allah swt menjamin kemurnia isi AlQuran. Sebagai pedoman sepanjang masa bagi manusia, alQuran tidak memiliki masa expired. AlQuran tidak pernah ketinggalan jaman, apalagi mendapat julukan "jadul". NO. NEVER.
Saya senang, belakangan ini diantara banyak siaran-siaran televisi yang tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat, masih ada stasiun televisi yang mau menayangkan acara-acara berbau Islami. Yah, walaupun pada menjamur selama bulan Ramadhan sih, tapi it's okay. Sekali-sekali insyaAllah lama-lama akan banyak siaran televisi yang dapat menjadi cambuk untuk kita untuk beribadah lebih dan lebih lagi.
Banyak juga sekarang gerakan-gerakan membaca alQuran, pengajian, serta kegiatan keagamaan lainnya. Perlahan masyarakat mulai sadar bahwa Islam memang indah adanya, dan semoga kesadaran untuk semakin mendekatkan diri pada ajaran-ajaran agama Islam tidak membuat kita menjadi riya.
Subhanallah. Subhanallah. ALLAHU AKBAR!
4.6.14
Gunung, Laut, dan Pantai
Tahun ini, aku taklukkan satu gunung.
Lalu aku jenuh, aku rindu pantai. Tapi aku tidak suka pantai, tetap. Aku ingin berteriak meluapkan semua rasa bosanku pada duniaku kini.
Bulan ini, aku taklukkan Laut Jawa, aku susuri tepian pantai Kepulauan Seribu.
Tetap, aku tidak suka pantai. Tapi aku mulai menyukai isi laut, terumbu karang, ikan-ikan kecil.
Laut, terima lah rasa cintaku :)
21.4.14
Aku (Tidak) Jenuh Lagi!!
It's a very looooooooooooooong time tidak mempublish apa-apa lagi di blog ini. Kangen, but I have no idea what to write.
Pernah merasa jenuh?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (versi online) yang saya temukan setelah ubek-ubek Mbah Google, definisi jenuh adalah:
je·nuh a 1 jemu; bosan: mereka sudah -- dng pekerjaan yg selalu sama sepanjang tahun; 2 Bio padat udara (tt senyawa yg terdiri atas karbon dan hidrogen): hidrokarbon --; 3 kenyang; puas sekali (sehingga menjadi bosan): saya sudah -- dng makanan spt ini; 4 penuh (sehingga tidak mampu memuat tambahan lagi): cairan itu sudah -- sehingga gula tambahan tidak dapat lagi melarut;
Oke, defisini yang saya maksud disini bukan nomer 2, apalagi nomer 3, apalagi nomer 4 (mungkin kalo untuk makanan bisa berlaku nomer 3 dan 4 hehe).
Bagi saya, biasanya jenuh akan sering kali terjadi kalo suatu pekerjaan/kegiatan dilakukan berulang-ulang kali dengan tingkat "tantangan" pada level yang sama atau semakin menurun (alias tidak menantang). Selain itu, jenuh juga sering kali dirasakan jika mungkin tingkat "tantangan" suatu pekerjaan/kegiatan berada level yang tinggi (di atas normal), dan tidak ada clue saat mau take action.
Cari cara sendiri dong, mandiri! Well, tidak semua orang memiliki pola pembelajaran yang sama. Mungkin kamu bisa saja belajar hal baru sendiri, secara mandiri, find something new, learn something new, ALONE. Maybe I'm not that type of learner. I need partner to discuss and to ask for help (hehe).
Now, here I am. Trapped in "saturated mode". Jenuh euy.
Langkah apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan ini?
Ada beberapa tips and tricks supaya jenuh ini perlahan hilang:
1. Rapikan lingkunganmu.
Ini penting! Apa? Sudah rapi? Coba diubek-ubek lagi, abis itu rapiin lagi (hehe kidding). Lingkungan disini bisa jadi meja kerja, kamar tidur, kamar mandi, atau tempat-tempat dimana kamu biasanya nongkrong/menghabiskan waktu. Lingkungan yang rapi akan membuat mood membaik, pada dasarnya manusia itu suka melihat yang indah-indah. Beruntunglah bagi kamu yang memang ditakdirkan memiliki kemampuan untuk tetap menjaga lingkungan selalu rapi, meanwhile bagi kita-kita yang ngga rapi-rapi amat ini butuh motivasi ekstra untuk selalu menjaga agar lingkungan rapi.
2. Try something new!
Misalnya nih, biasanya setiap bangun pagi kamu langsung lari ke kamar mandi karena terlambat terus. Coba besok-besok, set alarm lebih pagi. Jadi ketika kamu bangun pagi, kamu bisa tenang sebentar, relax, control your breathing, take a glass of mineral water, face your mirror and say "KEEP SMILE" a la Caesar YKS. It will help to boost your mood whole day.
Atau, misalnya kamu paling males banget kalo dibangunin pagi-pagi cuma buat jogging sekilo dua kilo, cobain kali-kali bangun pagi. Set niat dari malem hari, mau jogging buat beli bubur ayam simpang rumah (walaupun niat utamanya bukan jogging, yang penting ada 0lahraganya). Sepanjang perjalanan, sapa ibu-ibu, adik kecil yang ada deket rumah/kosan. Berikan senyuman pagi terbaikmu!
Banyak mungkin hal-hal baru yang bisa dilakukan. Pada dasarnya jenuh itu hanya mindset.
3. KongKow Yuks Cyn!
Hayoo, dalam sebulan ini kamu berapa kali kongkow cantik bareng teman-teman? Ngaku! Setiap hari? Masih jenuh gitu? Kalo jawabannya masih, mungkin ada yang salah. Mungkin, kamu harus mengurangi intensitas kongkow bareng temen-temen dan coba untuk kongkow bareng ibu-ibu di pengajian. Hoho. Exteme way, bo'! Ganti teman kongkowmu, kalo biasanya manusia, kali ini coba kongkow bareng buku, atau kongkow bareng orang baru di komunitas-komunitas sosial. Wah, apalagi kamu yang di Jakarta, komunitas udah banyak banget bermunculan. Dari komunitas sosial, komunitas hobi, sampai komunitas ga jelas. Point is.. Refreshing!
4. Go find another activity or job!
Kalo cara 1-3 ternyata ga bisa buat bikin kejenuhan kamu hilang, mungkin kamu bisa mencari cara lainnya yang menurut kamu efektif menghilangkan gatal, eh jenuh maksudnya. Gimana kalo masih gagal? Ini udah tahap akut, beud! Kamu harus cari pasangan, oh bukan salah. Kamu harus cari pekerjaan/aktivitas lain. Kalo kamu sekarang bekerja, mungkin pekerjaan ini nggak cocok untuk kamu, kamu cocoknya kerja di air #primbon. Hehehe.
Mungkin sudah saatnya kamu keluar dari zona sangat aman kamu ini untuk mencari zona menantang lainnya! Hwaiting oppa eonnie!
Nah, sedikit saran untuk kamu yang gampaaaang banget dilanda kebosanan atau kejenuhan dalam hidup. Sudah saatnya kamu mencoba melihat ke bawah (bukan tanah! plis!), melihat orang-orang yang tidak memiliki kesempatan untuk menjadi seperti kamu. Atau coba melihat ke atas, kepada Tuhan dengan mengatakan "Tuhan, hamba terlalu banyak pinta. Kali ini hamba bersyukur dengan apa yang hamba miliki sekarang, berikanlah keberkahan di jalan hamba".
Yap, bisa jadi kamu sedikit kurang mensyukuri apa yang sudah kamu dapatkan saat ini. So guys, my handsome and beautiful one, praise God for all things that you have now. Don't be greedy, increase your Imaan and your patience level. InsyaAllah, ketenangan dan kesenangan bekerja akan timbul dengan sendirinya.
Kalo kata mbak Vety Verra "yang sedang-sedang saja". Don't too much!
Good evening~ :*
27.9.13
#BookQuotes1
Malem ini iseng baca buku pinjeman dari senior di kantor, judulnya "My Stupid Boss 4". Yaaa udah lama padahal itu buku release ke dunia, tapi baru bisa baca sekarang (dan skip baca episode eh seri lain pula). Jadilah ngakak abis abisan baca bukunya, sampe guling-guling, senyum kaya orang gila di buswe, di kantor (ups ketauan bukannya kerja malah baca novel).
Oke intinya, di bagian agak agak akhir dari buku tersebut, saya terenyuh dan terbelalak dengan pembahasan si Mbak Kerani (si pemeran utama dlm buku itu) tentang passion. Sedikit mengutip kata-kata dari Mbak Kerani:
Well if it's a hobby for you, you could get bored anget anget tai ayam and leave it behind. BUT IF IT IS YOUR PASSION, you will never get tired of it. You need to dig it out of yourself, explore, and expose it. Lo harus berani mencoba untuk expose passion lo ke orang lain, merasa curious untuk menghidupkan passion lo itu.
Passion tidak seharusnya menjadi beban lo dan be growing pains in your mind. Live your passion..
....
Well my point is, if you want to be something you want to be, no matter how often people say you cannot, don't give up. You might hear this over and over again but my friends, if it happens with me and real then it could happen with everybody else. Who are they to tell you that you cannot do your passion and achieve your goals and dreams? Have they achieved whatever you intend on achieving?
In the second you think, "I want to live my passuon and I will find how," belum tentu orang yang ngejekin elu itu bisa nyampek ke pikiran itu. Do you know they say that for the sake of saying it without really meaning it? People tend to know what other people should do, but they don't know what they should do for themselves. No need to be the best in everything, be the best in something your're really fond of."
Yak nyelekit kata-katanya, mengingat I live in the way of what people think. Ya intinya, I don't live in my own way, so those sentece really nyelekit. Thankies anyway Mrs. Kerani.
Sure you have a very good book, interesting writing style, and entertaining skill. :))
20.9.13
P!nk - Fuckin' Perfect (My Favorite)
Made a wrong turn once or twice
Dug my way out, blood and fire
Bad decisions, that's alright
Welcome to my silly life
Mistreated, misplaced, misunderstood
Miss 'No way, it's all good'
It didn't slow me down.
Mistaken, always second guessing
Underestimated, look I'm still around
Pretty, pretty please, don't you ever, ever feel
Like you're less than fucking perfect
Pretty, pretty please, if you ever, ever feel
Like you're nothing, you're fucking perfect to me
You're so mean (so mean) when you talk (when you talk)
About yourself. You were wrong.
Change the voices (change the voices) in your head (in your head)
Make them like you instead.
So complicated,
Look how we all make it.
Filled with so much hatred
Such a tired game
It's enough, I've done all I could think of
Chased down all my demons
I've seen you do the same
(Oh oh)
Pretty, pretty please, don't you ever, ever feel
Like you're less than fucking perfect
Pretty, pretty please, if you ever, ever feel
Like you're nothing, you're fucking perfect to me
The whole world's scared, so I swallow the fear
The only thing I should be drinking is an ice cold beer
So cool in lying and we try, try, try but we try too hard
And it's a waste of my time.
Done looking for the critics, cause they're everywhere
They don't like my jeans, they don't get my hair
Exchange ourselves and we do it all the time
Why do we do that, why do I do that (why do I do that)?
(Yeah! Oh!)
I'm pretty, pretty, pretty
Pretty, pretty please, don't you ever, ever feel
Like you're less than fucking perfect
Pretty, pretty please, if you ever, ever feel
Like you're nothing, you're fucking perfect to me
(You're perfect, you're perfect)
Pretty, pretty please, if you ever, ever feel
Like you're nothing, you're fucking perfect to me.
9.9.13
Waiting for... #3
Alhamdulillah, Puji Syukur saya ucapkan kepada Allah SWT.
Bulan-bulan ini Allah sangat menunjukkan kebesarannya.
26 Agustus 2013
Alhamdulillahm saya tepat beranjak usia 22 tahun. Dibilang masih remaja tentunya tidak, sudah dewasa pun, sepertinya belum. Masa-masa masih labil. Sebenernya agak sedih pada ulang tahun kali ini, karena awalnya ingin merayakan hari jadi ke 22 tahun dengan sudah bergelar "Sarjana Ekonomi", ternyata sampai sekarang belum.
Tepat hari ini saya submit buat sidang skripsi, setelah melalui perjuangan yang puanjaaaaaang sebagaimana cerita di Part #1. Alhamdulillah.
Tapi, alhamdulillah teman-teman tercintaku Tia, Hanif, Fika datang memberikan kejutan ulang tahun. Thank you so much. Mama juga mengucapkan ulang tahun tepat di jam 12 malam. Sekali seumur hidup loh. Semoga setahun ke depan, kehidupan saya menjadi lebih baik lagi dan tidak suka galau haha,,
6 September 2013
D-Day penentuan kelulusan datang, alhamdulillah saya berhasil menuntaskannya dengan nervous yang luar biasa dan nge-blank hingga beberapa jam setelah pengumuman kelulusan. Hahaha. Sampe-sampe saya bertanya ke Shinta, "abis lulus biasanya emang gini ya? trus aku harus apa?" haha
Malamnya, Geng FRAVT (Fafa, Rahayu, Abdul, Vina, Tya) sepakat kumpul-kumpul kembali setelah lamaaa banget kita nggak kumpul komplit berlima. Di malam itu kita juga kedatangan bintang tamu: Ojan & Fajri :)
Lanjut dengan karokean, enaknya kalo karokean sama anak-anak paduan suara, suaranya mereka bagus-bagus jadi kalo bawain lagu seru kaya suara penyanyi aseli. Pilihan lagunya juga yang "menantang". Ngga enaknya, mereka akan sebisa mungkin pecah suara haha jadi nyanyi pun akhirnya mikir-mikir. Tapi seru!
Ditengah nyanyi, ternyata Tia dkk menyiapkan surprise buat Ojan (saya ikut skenario mereka di awal untuk ngerjain Ojan) dan buat saya juga. Ternyata mereka nyiapin surprise buat saya juga, ga nyangka banget. Terima kasiiiiiiiih~ Kebahagian saya makin komplit malam itu. Be blessed, ya Allah terima kasih :)
Malam itu juga di rumah (Padang), ternyata sedang dirayain ulang tahun Papa ke-52 :)
Senangnyooo~ tapi sedih juga karena tidak bisa berada disana di hari jadi itu. Ikutan seneng liat kue ultahnya aja deh :D
Sekali lagi, Happy birthday Papa. Kado dariku, kelulusanku :) hhi *ga adil banget ya? :P
Dan senangnya, submit di hari ultah saya, lulusnya di hari ultah Papa. Terima kasih pihak kampus :)))
Waiting for... #2
Okay, continuing my last post about my final paper, then I would like to share some things happened on September 6 and days after :D
September 5
... dugeun dugeun...
... heart beat fast...
Tomorrow will be my final paper presentation, well I don't really prepare. Akhirnya saya muter-muter kamar, sambil jingrak-jingkrak nggak jelas. I'm so really really very nervous. Trus akhirnya kak Riris ngajak jalan (nemenin dese belanja), well daripada di kosan dengan kondisi jiwa yang begitu mengenaskan, akhirnya saya ikuti kemauan jalan-jalannya ka Riris.
Sebelum magrib sudah sampai kosan kembali, dan kembali menghafal untuk presentasi besok. Beribu pertanyaan muter-muter di benak:
Gimana kalo besok dosennya nanya yang nggak-nggak, terus aku ga lulus?
Gimana kalo besok salah jawab, terus jadi ga lulus?
Gimana kalo besok ga bisa ngomong apa-apa pas presentasi??
Yaaa.. mulai terlihat tanda-tanda kegilaan sendirinya sodara-sodara. Semoga besok baik-baik saja. Aamiin..
"Allah sebagaimana prasangka hamba-Nya. Oleh karena itu, stay positive!"
September 6
... jantung berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang...
Pukul 08.45 sudah nongki cantik di kampus, sambil celingak celinguk ke Ruang 2, ruang dimana "prosesi pembantaian" akan segera dilakukan. Pukul 10.00 WIB jadwal sidang saya, dan saya masih saja muter sana sini saking nervousnya. Saat melihat kondisi ruangan (calon) tempat saya disidang, ternyata Pak Pembimbing Ganteng saya sudah duduk disana. Saya dipanggil dan berikan beberapa wejangan. Well.. Thanks Mister :D
Waktu yang ditunggu pun tiba. Sebelum saya, ada seorang temen saya, sebut saja Rossy, barusan saja menyelesaikan tugasnya sebagai mahasiswa. Senangnyaaa~ Dia menenangkan saya dan bilang "ga papa, baik kok dosennya". Ohmen! Beda men! Ohmen! Aduh gimana ini men!
Okay, saya memasuki ruangan 2 yang dingin itu. Sudah menunggu dosen pembimbing, dosen penguji 1 dan dosen penguji 2. Suasana ruangannya ya so-so lah, antara tegang dan santai. Saya pun mengambil posisi presentasi.
Sesaat sebelum presentasi, dosen pembimbing saya memperkenalkan saya ke Dosen Penguji 1 (Ketua Dewan Penguji). Karena kami sama-sama dari Sumbar, Ibu Penguji menyuruh saya untuk presentasi slide dalam bahasa Minang. What a shock! Ya dengan terpaksa dan terbata-bata saya presentasi dalam bahasa Minang juga, daripada saya disuruh pake bahasa Inggris. -.-"
Akhirnya jadilah saya presentasi pake Bahasa Minang cuma sampai Bab 3, bab selanjutnya saya tidak sanggup lagi karena ternyata bisa menyebabkan otak jadi blank dan ga tau akhirnya mau ngomong apa.
Masuk ke sesi pertanyaan, sesi paling saya takutkan sebenarnya. Alhamdulillah pertanyaannya ngga terlalu susah.
Dan sampai ke pengumuman. Seperti biasa, mahasiswanya disuruh keluar, sedangkan tim penguji sedang melakukan musyawarah di dalam. Tak lama kemudian saya disuruh masuk lagi untuk mendengarkan pengumuman.
.....
Sempat berdebat sedikit dengan Ibu Pengujinya, dia mengatakan kalo saya tidak lulus karena salah satu pertanyaan yang diajukannya pas sesi tanya jawab menurutnya masih belum mendapatkan jawaban yang memuaskan untuk beliau.
Lalu saya disuruh ke depan untuk menandatangani berkas, dan disana ternyata tercantum bahwa saya "LULUS DENGAN REVISI". Alhamdulillah :')
Saya speechless, nggak bisa ngomong apa-apa. Mendadak blank. Bahkan untuk minta foto sama dosen penguji pun, dosennya yang ingetin. Terima kasih ya Allah.
Bahkan sampai beberapa jam setelah pengumuman itu, saya masih belum jelas otaknya, masih ngeblank: ini beneran udah lulus? kok kayanya masih sama aja. Ditanya orang, jawabnya kemana-mana, kaya orang bego. Tapi alhamdulillah mama, papa, cici, tata, osa,, saya lulus :D
Kelulusan ini saya persembahkan untuk Papa Mukhlis Khalid tersayang, yang tepat tgl 6 September 2013 ini berulang tahun ke-52 tahun. Semoga kelulusan ini bisa menjadi kado terindah untuk Papa. I LOVE YOU :')
Terima kasih juga untuk semua pihak-pihak yang sudah mendukung saya:
1) Grup Alien, terutama Mamak Josi, serta Uyut Fitri, Babak Ivan, Moyang Doni, Bedul, Bang Topik, Sam Ain, dan Giantos buat dukungannya selalu.
2) Teman-Teman 09, Siceli, Shinta, Fitri yang hadir saat sidang saya walaupun ga diperbolehkan masuk, tapi thanks buat dukungannya
serta semua lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu.
Terima kasih atas semuanya. Finally,,
RAHAYU ISWARA, SE
5.9.13
Waiting for... #1
Assalamu'alaikum :D
This is my first post in my new age, 22 year old, #ups 19 years old. Lumayan tuir sedikit, jatah hidup di dunia mulai berkurang.
Well, many things happened in this few months. One of them was the moment when I submitted my final paper, to be registered for final paper presentation. That was in August 26, well yeah, that day is my birthday. Coincidence? I could say, yes, because after my paper got signed by my guiding lecturer, I was so lazy to get those things finished. So, on my birthday-when I hope everything going well and "dimulai dari nol yah"-I told my self to submit it at that day, no matter what happen! So, I met Mba Cindy, but she rejected it. The "buku kuning" was not there. I forgot those little-important thing! So I went back to my dorm, and wrote eeeeeverything on it, went back again to campus to meet Mr. Rene and asked for his sign, got it! Then I went back to campus again.
Not easy man, I forgot to change the cover of my proposal, which have to be "hard-covered". Well, well, well. Ngesot to "Blue-print" and ........... 2 hours later. Okay all done. 4PM.
"Everything have to be submitted today! No mercy!", I told myself. Finally, all things Okay. I got Mba Cindy's signature.
Traaaaalalalaa~~~ Final.
Waiting for the announcement of final paper. Please. Please.....
-to be continued-
31.7.13
#Greget
Ayooo buruan submit sidang!
Ayooo buruan balik ke Padang dan refreshing sejenak!
Ayooo buruan baca lagi buku auditnya, prepare prepare!
Ayooo buruan Agustus biar bisa sidang!
Ayooo buruan sidang biar lulus sebelum ultah!
Ayooo buruan masuk kerja!
Ayooo buruan ulang tahun!
.....
eh, ngga usah buru-buru ulang tahun, ga usah, ga usah, ga mau jadi tua!
#gregetpengencepetcepet
30.7.13
#Random Entah Kesekian#
This is for the very first time, I reluctant to "mudik".
Final paper is really killing me!
But, very super thanks to Kopiko 78 yang telah menemani hari-hari saya selama ini, memberi dopping yang sangat manjur dan ampuh sehingga malam-malam bersamanya terasa sangat "menyenangkan" -.-a"
I really wanna go home, a month ago. But now, I..... ah, sudahlah.
Teman-teman semuanya udah sarjana keknya, meanwhile diriku? @.@ #pusingsendiri
Oke, sekian galau malam ini.
Let's give applause and standing ovation to Rocky Soundtrack - Going the Distance yang baru-baru ini juga ikutan syuting stripping bareng saya. :D
-Goodnight happy fellas. May Allah always bless you and me too-
26.7.13
Masihkah Egois?
Allah sungguh memiliki banyak rahasia yang kita, manusia, tidak memiliki daya untuk membuka rahasia itu sebelum waktunya. Manusia sering sekali lupa kepada Sang Pencipta ketika mereka sedang senang atau menikmati kehidupan yang diberikan olehnya, tapi apakah Sang Pencipta penah lupa? Tentu saja tidak. Dia selalu mengawasi dan menjaga hambaNya.
Egois bukan?
Manusia dengan segala keterbatasannya melupakan "kebaikan" Tuhan yang telah menciptakannya, sedangkan Tuhan dengan segala KeagunganNya, tidak pernah sekali pun meninggalkan manusia.
Pernah kah terlintas, mengapa Tuhan memberikan cobaan kepada manusia berupa kehilangan orang yang mereka sayangi? Lalu tidak lama kemudian satu per satu orang datang kepada manusia itu untuk menghibur hingga akhirnya si manusia kembali bisa ceria. Adakah mereka datang secara sengaja? Tidak. Tuhan lah yang menggerakkan hati mereka, yang menciptakan suasana seolah-olah mereka datang secara sengaja untuk menghibur manusia.
Lalu, pernahkah suatu saat manusia bersedih dan merasa bahwa saat itu adalah roda terbawahnya, lalu tetiba datang seseorang yang sudah lama tidak didengar kabarnya datang untuk menyapa? Dan ternyata dia datang dengan membawa kabar baik atau setidaknya memberikan penguatan pada manusia itu?
Sungguh, semuanya adalah campur tangan Sang Khalik. Dialah yang selama ini menggerakkan hati orang-orang datang pada kita untuk memberikan kita penguatan, peringatan, atau penghiburan. Tiada yang sia-sia.
Lalu bagaimana dengan orang-orang yang pergi? Siapa bilang mereka tidak "berguna". Dengan kehilangan, manusia akan bisa untuk melihat lebih jelas. Manusia juga akan lebih kuat. Manusia pun akan tau, betapa berharganya waktu saat bersama dengan orang yang disayang yang disia-siakan.
So, tidak ada pemberian Allah yang sia-sia, pun tempat kita berada saat ini yang mungkin kita anggap "nggak banget", pasti semua ada hikmahnya. Tinggal bagaimana caranya kita sebagai makhlukNya, bersyukur dan percaya bahwa Allah tidak akan pernah memberikan cobaan kepada hambaNya melebihi batas kemampuan mereka.
Allah tidak pernah tidur. Dia selalu mengawasi hambaNya, selalu menjaga hambaNya, dan selalu ingat pada hamba yang senantiasa mengingatNya. Maukah kita menjadi hamba yang egois?
Selamat menjalankan sisa-sisa Ramadhan ini, semoga tahun depan kita masih dapat bertemu dengan Bulan Suci-nya :)
-best R-
18.7.13
Apa Makna Sahabat Menurut Kamu?
Here is the url:
http://www.youtube.com/watch?v=ma30zg3R3xk&feature=youtube_gdata_player
Cekidot :D
17.7.13
What's So Special Being Adult?
Adult's thought is very complicated, hard to be absorbed. They are too serious for life. They are thinking about everything, then being stress. They thinking about marriage, then "galau". They thinking about their children, then stress. Haha. I can't imagine I'll be on their position few years later. I hope I never get stress. :)
So, what do you think? Is it really important being adult? Let me know.
15.7.13
A,
Can I say something about you?
The day you went away, I felt something release from my deepest heart.
But deep inside, it's still there, 'till... I don't know when.
Maybe 'till you get the new-best one.
Is it possible to wait for you to come, again?
"I don't want it to stop, because I don't want to start all over", Maroon 5 said that.
It's true. Hard for me to start over with some(thing) new.







