Showing posts with label berkesan. Show all posts
Showing posts with label berkesan. Show all posts

2.2.12

Great Advice

Malem itu, aku, mama, dan papa balik dari Bukittinggi habis menghadiri acara kondangannya kakak keponakan ku. Kakak keponakan? Ya, jadi ceritanya aku udah punya keponakan tapi dia lebih tua. Sambil jalan balik ke Padang, kita lewat Bukittinggi dulu mau liat suasana malemnya Bukittinggi. Sebagai anak yang lahir di Bukittinggi dan notabene setiap tahunnya balik terus kesana, aku tergolong "cupu" buat tau jalan di sana apalagi mau jalan malem-malem disekitaran Jam Gadang.

Nah ditengah jalan, papa nelpon temennya yang ternyata juga ada di Bukittinggi. Namanya Om Rudi. Kebetulan dia lagi nginep di D'Hills Bukittinggi bersama istrinya. Janji ketemuan, akhirnya kita ngobrol-ngobrol bentar di sebuah cafe deket hotelnya, itung-itung menikmati suasana malemnya pusat kota Bukittinggi #kapanlagi.

Ternyata si Om Rudi ini orangnya supel dan bersahaja. Baru pertama kenal, tapi berasa udah deket aja. Malem itu kita berbincang banyak hal, termasuk membahas tentang pendidikan (akademik). Dia dan istrinya nanya-nanya tentang perkuliahanku. Emang sih, belajar di sebuah instansi yang tergolong baru dan belum banyak didengar orang, membuat kita harus ekstra ngomong alias ngulang ngejelasin lagi. Bakrie itu gimana, akreditasinya apa, mata kuliahnya apa, konsentrasinya kemana-mana aja, dll.

Ternyata istrinya Om Rudi ini juga seorang dosen STIE di Surabaya (lupa nama kampusnya apa). Dinasehati ini itu sampai ke urusan sodara-persaudaraan (loh maksudnya?). Simak aja tulisanku sampe ending ya :)

Tante Rudi (istrinya om Rudi) kemudian menyarankan aku untuk langsung ngambil PPAK trus lanjutin S2. Soalnya sekarang untuk ngambil M.Ak, kalo kita udah ngambil PPAK, cuma bakal menjalani pendidikan 1 tahun aja. Ternyata pendidikan di PPAK udah di akui sebagai bagian dari pendidikan M.Ak. (angguk-angguk)

Pasangan Om-Tante Rudi ini pun kasih ada sebuah statement yang nge-jleb banget.
"Anak sulung itu, apalagi kalo cewek, ntar bakal jadi MAMA buat adek-adeknya. Bahkan adek-adeknya bakal lebih nurut ke kakak sulungnya itu daripada kepada orang tuanya sendiri"
Kata-kata kakaknya lah yang bakalan lebih di denger oleh adek-adeknya daripada kata-kata orang tua nya sendiri (bukan berarti durhaka pada orang tua loh, hanya lebih "patuh dan tunduk" saja). Hal itu juga sejalan sama yang selalu mamaku bilang, sebagai anak pertama punya beban moril dan materil yang besar di pundaknya. Dia harus bisa jadi role model buat adik-adiknya. Yap!

Anak pertama ibarat pemimpin kaum, adek-adeknya lah yang berperan sebagai followersnya. Kalo seorang kakak bisa memimpin dengan baik, akan dapat tercermin dari sikap dan perilaku adik-adiknya. Kompak atau tidaknya sebuah persaudaraan, di dalamnya ada peran besar dari si pemimpin kaum itu.

Banyak lagi pelajaran hidup yang secara tidak langsung aku terima malam itu. Entahlah, mungkin itu akan menjadi malam paling berkesan diantara malam-malam ku di Bukittinggi.

Thanks Om Rudi, thanks Tante Rudi. Semoga nanti kita bisa sering-sering bertemu :)