6.11.10

C.I.N.T.A

Pagi ini tangan gue gatel nih iseng mau nulis sesuatu yang sedang berkutat di otak gue. Pagi ini timeline twitter heboh sama temen-temen yang saling "ceng2in" satu sama lain. All I can say, seru!
Apanya yang seru? Ya seru aja liat mereka bercanda ketawa-ketawa seneng dan lain sebagainya. Akhir-akhir ini juga gue sering diceritain tentang mereka-mereka yang lagi jatuh cinta. ceileeeeh kayanya seneeng banget gitu mereka.

Beneraaan gue seneng banget.. Bukan karena gue lagi jatuh cinta (dan gue emang ga jatuh cinta) tapi gue seneng melihat mereka yang sedang dalam proses, atau sedang berusaha, atau telah mendapatkan apa yang mereka inginkan. :)

Tetaplah ceria teman2, warnai hari2 kalian dengan kebersamaan, kesatuan, dan kasih sayang satu sama lain :)

#HappySingleonNovember :)

27.10.10

Ga pernah update lagi

Hmm udah lama banget nih ga ngepost-in apa2, dan postingan terakhir yang kemaren juga isinya setengah galau hha maafkan aku pembaca yang budiman. Ga tau kenapa nih lagi males buat ngepost padahal bulan ini dan bulan lalu, BANYAAAAAAAAAAAAK banget pengalaman yang bisa gue share disini.

Semoga aja mood nulis gue kembali pada masa dimana sedang menggebu-gebunya.

Oiya berhubung mau UTS (Ujian Tengah Semester) nih, doain kita semua ya semoga ujiannya sukses :)

Dan juga untuk saudara2 ku yang ada di Mentawai, seputaran Gunung Merapi,, korban bencana Wasior, korban banjir dan semuanya semoga diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan..
BANGKIT INDONESIAKU!

#prayforindonesia

28.9.10

-random-

SUNGGUH TIADA YANG BERSALAH DAN PANTAS UNTUK DIPERSALAHKAN

HANYA WAKTU KURANG TEPAT

MENGAPA TERJADI KETIKA SEGALANYA TELAH TERSUSUN

MENGAPA TAK SEJAK DULU

27.9.10

Untuk Hal Tersirat

Entahlah, aku tak tahu dengan keadilan!

Inikah yang kau sebut adil?

Speechless..

Bahkan aku disini tak bisa berbuat apapun selain hanya melihat dari jauh

Dan untuk hal yang tersirat, sungguh tak bisa ku genggam

Apapun itu, aku hampir menyerah

Maafkan aku yang hanya bisa berkata dalam hati

Sungguh terasa sakit

Mengertilah

Dan aku tak bisa memihakkan hati ini untuk hal tersirat

Bahkan aku tak tahu mana yang putih dan mana yang hitam

Jika berkenan, berikan petunjuk aku harus bagaimana

Apa tetap berdiri di tengah dan melihat

Hanya melihat?

Untuk hal tersirat.. Semoga berbahagia..

25.9.10

Hallo teman semua! :)
Udah lama nggak nge-update blog ini, kasihan juga nih blog kelamaan dikacangin, bisa2 ngambek.
Sekarang hari sabtu, buat anak sekolahan pada ga sekolah nih, buat orang kantoran juga saatnya bersantai, nah buat anak kuliahan hari ini adalah hari pengembangan diri. SETUJU!
*eits, pengembangan diri ini bukan berarti "menggemukkan badan", tapi mengembangkan serta membudidayakan bakat dan minat serta menyalurkannya pada tempat-tempat yang semestinya.

Postingan pagi ini akan sedikit menceritakan mengenai hmm kehidupan awal semester 3 deh, mumpung masih anget2nya di minggu pertama kuliah nih. Dan tulisan ini akan diposting dengan bahasa gahoel (hahaha).

Ga terasa udah 2,5 bulan aja liburan semester 2 nya berlangsung. Liburan paling panjang selama masa perkuliahan ini (agak didramatisir biar kesannya woow). Seiring dengan berjalannya waktu, senang-senang melepas segala penat, masalah, dan hal-hal berat lainnya alias refreshing, sedikit demi sedikit pelajaran-pelajaran yang lalu mulai terlupakan. Untuk anak2 ber IP >3,7 atau berdaya ingat tinggi pasti yang ilangnya cuma yaaah palingan 1-2% laaah, nah buat gue hampir setengahnya yang ilang. Sepertinya memori ini memang harus diganti!

Awal perkuliahan, liat mata kuliah, CUMA 18 sks, 5 mata kuliah siiiih TAPIIII tetep aja matakuliahnya berat-berat semua. Dan mulai lah saat itu sadar kalo semester ini berat, walopun 18 sks, harus bisa MELEJITKAN IP (lebih dari sekedar meningkatkan). Tralala~ Oke. 20 September 2010 awal perkuliahan semester 3 ini.

Program Komputerisasi Akuntansi (Accurate), Managerial Accounting, Intermediate Accounting, Business Statistic, Business Ethics. Itulah 5 mata kuliah gue semester ini. 3 dari 5-nya pake AsDos. Tandanya apa?? Itu mata kuliah rada berat. Weleeeh semangat!

Yep, senin-nya masuk. Pagi2 udah bangun dan tumben-tumbenan-nya bangun sangat pagi (saking semangatnya). Pas nyampe kampus, banyak ngeliat wajah-wajah tak dikenali nih. Gue-nya pun sibuk "maaf lahir bathin-an sama orang2, salam sana salam sini" sembari menuju kelas ruang 15. Ruangan baru nih (pikir gue), nyampe di atas, tadaaa! Ruang 15 bukanlah ruang baru sodara-sodara, karena ruang 12 diganti jadi deket admission belakang, jadi terjadi pergeseran nomor urut ruang kelas sehingga ruang 15 merupakan "mantan" ruang 14! (harapan belajar di kelas baru = GAGAL).

Berhubung ini pelajaran accurate merupakan pelajaran yang membutuhkan media komputer, maka daripadanya akhirnya kelas dipindahkan ke bawah. Ke Labor Komputer. Ini dia keajaiban dari Universitas Bakrie, dalam waktu 2 bulan aja bisa membelah Labor Komputer menjadi 2! *prok prok prok

Kelas yang menyenangkan, ya lumayan lah. Akhirnya selese. Keluar dan BLEG! Terjadi KERAMAIAN!!!

Inilah kampusku yang super mini, dimana semua populasi yang ada di dalamnya akan menjalani aktifitas sehari-hari di kampus bawah. Kampusku yang mpet-mpet-an ini sejak kehadiran (red: dijajah) mahasiswa baru menjadi sangat padat! Mau jalan, yang dulunya ploooong sekarang udah harus sedikit membungkuk (jalan ber-etika) atau harus "misi mas, misi dek". Tambah lagi pagi itu banyak yang bawa oleh2, jadi membuat jalanan macet! Soalnya kebiasaan anak UB = lesehan dimana aja. Hahha.

Yah itulah pokoknya, inti pembicaraan gue: KAMPUS MULAI RAME. BERTAMBAH PADET. BERTAMBAH ANEH.

Nggak ngerti deh ya, hawa-hawanya dikampus itu rada gimanaaa gitu kurang nyaman. Mungkin masih perlu adaptasi. Dan juga peraturan kampus sekarang mulai strict! Harus begini, harus begitu, ga boleh gini, ga boleh gitu balabala. Bahkan jam internetan sekarang udah dipatok menjadi 12jam perminggu perorang. Tapi ya ada bagusnya juga, koneksi internetnya RADA cepetan dan ga ada batasan mau buka apa aja (FYI, facebook dkk udah ga di blok lagi, ultrasurf mulai ga laku hhe horeee~)

Well walopun banyak duka-duka yang udah gue beberkan tadi di atas, honestly gue seneng kembali lagi ke kampus tercinta ini. Setengah kehidupan gue, gue habiskan di kampus ini. Gimana ga jadi cinta coba? :P

Semoga aja kampus gue tetep sehangat dulu, tetep seheboh dulu, dan yang paling penting tetep bersih lah,, soalnya semakin banyak orang yang masuk takutnya kampus ini berubah. JANGAN SAMPE.

Kayanya sekian dulu deh postingan ini. Ga tau nyambung ato nggak yang penting ada postingan tambahan bulan ini :)

TETAP CERIA MEMASUKI SEMESTER BARU, TETAP SEMANGAT, TETAP BERKARYA!!!

4.9.10

The Name I Loved

Both hands trembles as I remembered the cold love memories
Now it is getting weirder, I dont wish to reject you, but I just know that
No matter how close we are, I know that I cant love you anymore
I cant miss you; waiting for you makes me tired
I cant endure anymore and I cant realize this

The name I loved once in this life
Has becoming further and further away from me
I am writing your name on a paper and forever kept it in my heart
From that day I only realized that I will only loved you forever
Love that cant be together can also be known as Love

I cant handle the love memories and feelings alone
I cant start this, I can only miss you secretly in my heart
My heart only left your body fragrance that I missed and always loved

Kept remembering the first time I saw you walking towards me
And stolen an edge of my heart without noticing
Even though it is not long, but my love for you will never change


(repost dari note facebook-nya Alania Rosari :D)

2.9.10

Heboh Menuju Tengah Malem

Okeh, malem ini no idea lagi untuk kesekian malamnya, maka dari itu saya putuskan untuk menuliskan sepatah duapatah kata di blog tercinta ini.

Hemm ngomong-ngomong soal blog, akhir-akhir ini saya labil deh sampe gonta-ganti template untuk kesekian kali. Susah (baca: males) sebenernya ngubek-ngubek gugel buat nemuin template yang pas akhirnya menyerah dengan make template ini. Not bad lah yaa, setidaknya sesuai dengan diri saya haha #ngakak

Nothing special sih hari ini, masih berlanjut dengan program diet gagal saya, alias tidoooor tidoooor. Kemudian ngintip dapur bentar, niatnya mau masak tapi karena ga ngerti mau masak apaan juga balik lagi depan leptop. Wasting time banget kalo dipikir-pikir. Setengah bagian masa liburan saya sayangnya nggak produktif banget. Beda dengan setengahnya lagi yang seru dan sibuk!

Kayanya enakan di postingan kali ini saya bicara sedikit tentang menulis. Yah, belakangan ini saya banyak ngebaca tulisan-tulisan yang luar biasa, sarat makna, dan tak jarang bikin saya nangis. Sampe saya jadi semangat buat nulis dan coba menuliskan sesuatu di dua blog saya. Namanya juga beginner dalam dunia persilatan tulis menulis, tak jarang saya merasa nggak pede dengan hasil tulisan saya. Dan untuk menghibur diri, biasanya saya mengatakan "Kan tiap orang cara nulisnya beda-beda, be your self, Ay". Oke, sedikit banyaknya hal ini dapat menghibur saya lah (ga jadi nangis)..

Menulis bagi pemula yang mencoba-coba seperti saya bukanlah hal yang mudah. Dalam menulis, tak jarang tiba-tiba jadi ngerasa (calon) postingannya ga oke, akhirnya "select all-delete". Sering juga awalnya udah ada ide, tiba-tiba pas ngetik 2 kata, BLANK! Segalanya memang butuh pembiasaan. Bukankah salah satu pepatah mengatakan "bisa karena biasa" dan pepatah Minang juga bilang "lanca jalan dek ditampuah, lanca kaji dek diulang" (CMIIW). Nah jelas sudah, untuk menuju suatu yang lebih baik ga mudah, banyak godaan dan cobaan *ga nyambung tapi bener :D.

Saya akui, yang namanya menulis (yang baik dan dapat diterima banyak orang) itu tidaklah mudah. Untuk bisa menulis, perbanyak membaca. Yap! Baca. Kita bisa banyak belajar bagaimana milih-milih kata, gaya bahasa, dan yang pasti dengan banyak baca, kita jadi punya banyak referensi. Agaknya ini penting, terutama untuk menguatkan argumen (dan juga buat referensi bikin tugas-tugas kampus).

Sekarang mari kita beralih ngomongin buku. Pulang ke Padang tercinta ini saya bawa 4 buku. 2 novel, 2 buku transletan (ga tau istilahnya apaan untuk itu buku). Keempat buku itu adalah:
  1. Rahim (Fahd Djibran)
  2. Padang Bulan dan Cinta di dalam Gelas (Andrea Hirata)
  3. Double Your Brain Power (Jean Marie Stine)
  4. Rich Dad Poor Dad for Teens (Robert T. Kiyosaki)
4 buku inilah yang kemudian saya bawa jauh-jauh pake pesawat pula dari Jakarta (agak didramatisir) dan saya harap akan bisa saya baca selama liburan disini. Apa daya, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, saya baru berhasil "melenyapkan huruf" 1 of 4 :D
Deretan huruf-huruf itu bikin saya ngantuk. Hehe. Akhir-akhir ini saya mulai mengusahakan untuk "mencintai buku", memperbanyak referensi bacaan sekaligus nambah pengetahuan. Tapi banyak godaan (walopun selama puasa katanya syaiton dikurung) buat baca buku-buku ini. Walaubagaimanapun saya akan tetap berusaha teman-teman, doakan saya! #ala Takeshi Castle.

Terussss,, mau share apalagi ya?

Oke, BESOK BELI BAHAN KUE! Lebaran sebentaaar lagiii *sedih ninggalin Ramadhan, masi belom merasa menang*

Semoga terhibur. Saran dan kritik masih ditunggu :D

Arigatou Gozaimasu :D

30.8.10

Sebuah Pelajaran

Tiba-tiba malem ini saya teringat akan blog yang sudah lumayan lama tidak diapa2kan, dan saya berniat untuk mengapa2kannya malam ini (haha). Sampai terpikirlah sebuah ide untuk menuliskan sesuatu yang sebenernya sudah ada di otak sejak lama. Oke, ga usah lama lama let's cekidot!

Jadi cerita bermula ketika saya melihat acara Pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih alias upacara 17-an di Istana Negara lewat TV di rumah. Entah mengapa ketika 17-an, satu-satunya acara yang tidak ingin saya lewatkan adalah siaran upacara tersebut. Intinya sih ingin melihat "canggih"nya para Paskibraka Nasional itu dalam menjalankan tugas mulia mereka. Dari dulu sampai sekarang saya selalu IRI setiap melihat mereka berjalan dengan wibawa, penuh percaya diri, dan pastinya rasa bangga yang luar biasa membawakan (duplikat) bendera pusaka, mengibarkan dan (serta sorenya) menurunkan. Setiap tahun dengan gerakan yang sama, urutan yang sama, warna baju yang sama, hanya wajah-wajahnya saja yang berbeda, tapi saya tidak bosan. Hmm, saya jadi berpikir apa dengan sedikit kontribusi saya dalam mengganti channel TV untuk melihat upacara ini saya dapat dikatakan memiliki rasa nasionalisme? Haha mungkin baru 1/1000000000000 dari total nasionalisme yang ada.

Lanjut, hal lain yang menarik dalam acara ini adalah "Andhika Bhayangkari". Mengapa ini begitu menarik bagi saya? Alasan pribadi sebenarnya. Karena dulu saya pernah tergabung dalam grup band SD dan setiap pagi seninnya (setiap upacara bendera) hal yang satu ini pasti dimainkan. KOK?? Karena saya masuk SD dibawah yayasan tentara (lupa istilahnya). Pokoknya orang menyebutnya SD tentara (bukan SD-nya para tentara loh ya..)

Next, inilah salah satu sisi lain yang membuat saya begitu antusias nonton upacaranya. Sesi Paduan Suara. Dari dulu sampai sekarang selalu tertarik dengan seni suara, terlebih sejak kuliah ini saya masuk ke sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKMa) di kampus, yaitu Paduan Suara dan saya mulai mengerti keindahan "pecah-pecah" suara. Maklum dulu semasa SMP dan SMA, paduan suaranya masih "satu" suara. Oke curhatnya pending, lanjut! Nah disana yang tampil setiap tahunnya adalah Paduan Suara Gita Bahana Nusantara. Wooow~ Dari namanya saja sudah WOOW terlebih melihat penampilannya. Sampai-sampai kami (saya dan anggota paduan suara lainnya) memenuhi timeline twitter dengan tweet tweet mengenai paduan suara. GOOD JOB! *standing applause*

Gita Bahana Nusantara membawakan medley lagu daerah, kemudian lanjut lagu-lagu lainnya termasuk lagu Syukur dan lagu ciptaan SBY (aah~ maaf saya lupa judulnya, ingatan saya bermasalah belakangan ini). Nah mulailah disini perdebatan muncul. Perdebatan macam apa? Cekidot lagi..

Ada yang mencacinya karena karyanya itu, hmm maksud saya, "nya" itu adalah Bapak Presiden dan "karya" adalah lagu ciptaannya. Mereka mengatakan, "ngurus negara aja belom beres" lah, apa lah, ini lah, itu lah. Hmm inilah salah satu hal yang saya tidak setuju. Bukan karena saya adalah salah satu orang yang memilih beliau di pemilu dulu, bukaaaan. Tapi ini lebih ke alasan psikologis. Haha tau apa anak ekonomi dengan ilmu psikologi?

Bagi beberapa komentar cacian, saya memberikan pandangan tidak setuju. Menurut apa yang saya yakini benar sampai detik saya menulis blog ini, ya wajar-wajar saja jika beliau membuat lagu. Ada yang salah? Oh, masalah negara masih banyak. Ok, saran saya tampung. Oh, hanya mencari sensasi. Ok, saya tampung lagi. Oh, mentang-mentang jadi presiden, biar albumnya laku. Haha, saran anda masih saya tampung. Nah, mari dengarkan pendapat saya. Ada 2 pilihan untuk anda, terima (boleh dg tambahan kritikan dan saran) atau abaikan (sama sekali tidak setuju atau tidak peduli).

Seseorang memiliki cara yang berbeda untuk mengungkapkan apa yang mereka ingin sampaikan kepada orang lain. Setiap orang juga memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda dalam segala hal, dan tidak ada yang sama persis, walaupun dalam bidang yang sama. Nah, jika kini kita melihat pada diri kita sendiri. Ketika kita menghadapi keadaan stress dalam menghadapi masalah, apa yang akan kita lakukan? Yap! Mencari cara untuk refresh, menyegarkan otak, mencari hal-hal yang akan membuat kita sejenak melupakan masalah itu. Caranya banyak, bisa dengan mendaki gunung, menulis puisi, mendengarkan lagu, dan salah satunya ya itu, menulis lagu. Mari kita posisikan diri kita sebagai seorang presiden. Waaah, begitu banyak tuntutan masyarakat, beban 230juta manusia Indonesia di pundak seorang presiden. Mungkin hampir setiap detik adaaa ada saja keluhan masyarakat ini. Kapan beliau punya waktu itu refresh itu? Ya salah satunya ketika waktu senggang, dengan membuat lagu.

Beliau punya bakat, dan terbukti kan? Sudah berapa lagu-lagu karangan beliau yang dinyanyikan dan sampai membuat kita pendengarnya merinding?

Lagi-lagi ini hanyalah pemikiran mentah-mentah saya. Bukankah kita bisa berbangga memiliki presiden yang memiliki bakat yang luar biasa? (mengapa saya katakan luar biasa? karena saya saja belum tentu bisa membuat karya yang sebaik beliau). Jadi, dapat saya simpulkan bahwa setiap orang berhak untuk memiliki bakat dan kemampuan dibidang apa saja, dan bebas untuk menyalurkannya dalam bentuk apapun (asal tidak anarkis) dan mari kita menghargai karya-karya mereka dengan tetap berkarya. :)

Belajar bagaimana menghargai memang tidak semudah pengucapannya, bahkan sayapun masih belajar untuk itu dan sering juga gagal. Tapi apapun itu, setidaknya ini bisa dijadikan motivasi untuk saya dan untuk anda sekalian untuk tetap belajar dan belajar.